Jumat, 17 Oktober 2014

tugas#1 bahasa indonesia 2



“LAPORAN KEUANGAN”

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2
Diajukan guna melengkapi syarat untuk memperoleh nilai tugas  softskill
Disusun oleh:
NAMA             : Feby Dharma Pratiwi
   NPM                            : 22212880
   KELAS            : 3 EB 17






FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014
BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang Masalah
Akuntansi adalah seni pencatatan, pengidentifikasian, pengukuran, penggolongan, pelaporan, penganalisaan data-data keuangan menjadi sebuah informasi dalam bentuk laporan keuangan yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Laporan keuangan disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Tanpa standar-standar semacam ini, setiap perusahaan akan membuat standar-standar mereka sendiri, dan pemakai laporan keuangan harus dapat memahami praktek-praktek akuntansi serta pelaporan unik dari setiap perusahaan. Laporan keuangan merupakan sarana pengkomunikasian informasi keuangan utama kepada pihak-pihak di luar perusahaan. Laporan ini menyajikan sejarah perusahaan yang dinyatakan dalam bentuk kuantitatif juga dalam satuan moneter. Laporan keuangan (financial statements) umumnya disajikan dalam bentuk neraca, laporan laba rugi, laporan  perubahan modal, dan laporan arus kas. Laporan keuangan dibuat dengan tujuan agar pihak-pihak di luar perusahaan bisa mengukur kinerja perusahaan tersebut. Dalam hal ini, kinerja perusahaan perlu diukur untuk menarik modal investasi demi keberlangsungan usaha (going concern).

1.2       Identifikasi Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan laporan keuangan dan jenis-jenisnya?
2.      Apakah tujuan pembuatan laporan keuangan dan siapa saja pihak yang membutuhkannya?
1.3       Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan laporan keuangan dan jenis-jenisnya.
2.      Untuk mengetahui apakah tujuan pembuatan laporan keuangan dan siapa saja pihak yang membutuhkannya.

1.4       Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang saya gunakan adalah metode kepustakaan dan kepustakaan online. Saya mengutip informasi dari buku-buku yang terkait dengan materi makalah. Saya juga mengambil informasi dari tulisan-tulisan yang di posting melalui internet untuk memperkaya isi makalah saya.

1.5       Sistematika Penulisan Makalah
            Adapun sistematika penulisan makalah ini adalah:
1.      BAB I : Pendahuluan berisi latar belakang masalah, identifikasi masalah, tujuan penulisan, metode pengumpulan data, dan sistematika penulisan.
2.      BAB II : Isi.
3.      BAB III : Penutup berisi kesimpulan.
4.      DAFTAR PUSTAKA




BAB II
ISI

2.1       Definisi Laporan Keuangan
Laporan keuangan (financial statement) adalah hasil akhir dari akuntansi yang merupakan suatu ringkasan transaksi keuangan yang terjadi selama periode tertentu. Laporan keuangan juga merupakan media komunikasi dan pertanggungjawaban antara perusahaan (manajemen) dan para pemiliknya atau pihak lain. Laporan keuangan bagi pihak manajemen perusahaan berfungsi sebagai laporan pertanggung jawaban keuangan pada pemilik modal. Bagi pemilik modal, laporan keuangan berfungsi untuk megevaluasi kinerja manajer perusahaan selama satu periode.
Pada akhir periode, perusahaan akan membuat laporan keuangan. Akhir periode bisa dilakukan pada tiap akhir bulan atau tiap akhir tahun tergantung pada kebijakan perusahaan yang bersangkutan. Laporan keuangan ditujukan kepada pihak luar perusahaan yang pada umumnya dibuat tiap akhir tahun. Pihak luar perusahaan antara lain adalah sebagai berikut:
a.       Investor
b.      Karyawan
c.       Pemberi Pinjaman
d.      Pemasok dan Kreditor usaha lainnya
e.       Pelanggan
f.       Pemerintah
g.      Masyarakat



2.2       Tujuan Laporan Keuangan
2.2.1       Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari laporan keuangan adalah menyajikan laporan posisi keuangan, hasil usaha dan perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar dan sesuai dengan GAAP.
2.2.2       Tujuan Umum
a.       Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber-sumber ekonomi dan kewajiban perusahaan.
b.      Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan usaha dalam mencari laba.
c.       Memberikan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
d.      Memberikan informasi yang diperlukan lainnya tentang perubahan harta dan kewajiban.
e.       Mengungkapkan informasi relevan lainnya yang dibutuhkan para pemakai laporan.

2.2.3       Tujuan Kualitatif
a.       Relevance yaitu memilih informasi yang benar-benar dapat membantu pemakai laporan dalam proses pengambilan keputusan.
b.      Understandability yaitu informasi yang dipilih haruslah informasi yang dimengerti para pemakainya.
c.       Verifiability yaitu hasil akuntansi itu harus dapat diperiksa oleh pihak lain yang akan menghasilkan pendapat yang sama.
d.      Neutrality yaitu laporan akuntansi itu netral terhadap pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi dimaksudkan untuk pihak umum bukan pihak-pihak tertentu saja.
e.       Timeliness yaitu laporan akuntansi hanya bermanfaat untuk pengambilan keputusan apabila diserahkan pada saat yang tepat.
f.       Comparability yaitu informasi akuntansi harus dapat saling dibandingkan artinya akuntansi harus memiliki prinsip yang sama baik untuk suatu perusahaan maupun perusahaan lain.
g.      Completeness yaitu informasi akuntansi yang dilaporkan harus mencakup semua kebutuhan yang layak dari para pemakai.

Dari uraian tujuan laporan keuangan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan dari pelaporan keuangan itu sendiri adalah membantu investor serta kreditor saat ini atau potensial dalam hal :
a.       Membuat keputusan investasi, kredit, dan keputusan serupa secara rasional.
b.      Menilai jumlah, penetapan waktu, dan ketidakpastian penerimaan kas prospektif dari deviden atau bunga dan hasil dari penjualan, penebusan, atau jatuh tempo sekuritas atau pinjaman.
c.       Memberikan gambaran tentang sumber daya ekonomi dari sebuah perusahaan, klaim terhadap sumber daya tersebut (kewajiban perusahaan untuk mentransfer sumber daya ke entitas lainnya dan ekuitas pemilik), dan pengaruh dari transaksi, kejadian, serta situasi yang mengubah sumber daya perusahaan dan klaim pihak lain terhadap sumber daya tersebut.


2.3       Jenis Laporan Keuangan
2.3.1          Laporan Neraca
Neraca atau biasa disebut dengan balance sheet adalah suatu daftar aktiva, kewajiban dan modal pemilik pada periode tertentu, biasanya pada akhir bulan atau akhir tahun.
Manfaat neraca atau balance sheet adalah:
a.       Memberikan informasi tentang posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu.
b.      Menilai likuiditas dan kelancaran operasi perusahaan.
c.       Menilai struktur pendanaan perusahaan.
d.      Menganalisis komposisi kekayaan dan potensi jasa perusahaan.
e.       Mengevaluasi potensi jasa atau sumber ekonomi yang dikuasai perusahaan.
Neraca dapat disusun dalam 2 (dua) bentuk, yaitu bentuk skontro dan bentuk staffel. Bentuk skontro, artinya menyusun harta pada sisi kiri dan utang serta modal pada sisi kanan. Sedangkan bentuk staffel, artinya menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang serta modal pada bagian  bawahnya. Dibawah ini akan diberikan contoh dari kedua bentuk neraca diatas:
a.      Bentuk Skontro

b.      Bentuk Staffel


2.3.2          Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi atau income statements adalah laporan yang menyajikan pendapatan dan beban untuk satu periode tertentu. Setiap perusahaan wajib menyusun laporan laba-rugi. Tujuannya untuk memberikan informasi tentang keberhasilan manajemen dalam mengelola perusahaan (yang diukur dari laba) dalam suatu periode. Laporan laba rugi juga berguna untuk:
a.       Menetapkan besarnya pajak penghasilan.
b.      Menilai keberhasilan perusahaan dengan memperhitungkan tingkat profitabilitas.
c.       Membandingkan antara laba sekarang dengan laba tahun lalu.
d.      Menilai efisiensi perusahaan dengan melihat besarnya biaya atau beban dan jenis komposisinya.


Laporan Laba Rugi dapat disajikan dengan 2 cara :
a.      Single Step, yaitu penyusunan laporan laba / rugi dimana seluruh pendapatan dikumpulkan menjadi satu, setelah itu dikurangi dengan seluruh beban / biaya. Laporan laba / rugi bentuk ini biasa digunakan pada perusahaan jasa.



b.      Multiple Step, yaitu penyusunan laboran laba / rugi yang dilakukan secara bertahap, mulai dari kelompok Pendapatan dan Biaya Usaha, Pendapatan Luar Usaha dan Biaya Luar Usaha. Laporan laba / rugi bentuk ini biasa digunakan pada Perusahaan Dagang dan Manufaktur.

2.3.3          Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal adalah suatu ikhtisar yang melaporkan perubahan modal / ekuitas pemilik yang terjadi     selama periode waktu tertentu. Dari laporan ini dapat diketahui apakah modal pemilik bertambah atau berkurang bila dibandingkan dengan modal pemilik pada periode sebelumnya.
Penyebab bertambahnya modal pemilik yaitu :
a.       Perusahaan memperoleh laba bersih.
b.      Adanya investasi tambahan dari pemilik perusahaan.
Penyebab berkurangnya modal pemilik yaitu :
a.       Perusahaan menderita rugi.
b.      Adanya pengambilan pribadi (prive) oleh pemilik.
Laporan perubahan modal harus memuat informasi berikut :
a.       Modal pada awal periode.
b.      Laba atau rugi selama satu periode.
c.       Tambahan modal dari investasi pemilik.
d.      Pembagian laba kepada pemilik.
e.       Laba atau rugi yang tidak dibagikan pada periode sebelumnya
Bentuk laporan perubahan modal adalah:

2.3.4          Laporan Arus Kas
Laporan arus kas adalah laporan yang memuat informasi mengenai ringkasan penerimaan dan pengeluaran kas suatu badan usaha atau perusahaan yang terjadi selama satu periode waktu tertentu. Informasi arus kas entitas berguna sebagai dasar untuk menilai kemampuan entias dalam menghasilkan kas dan setara kas serta menilai kebutuhan kas entitas untuk menggunakan arus kas tersebut. Laporan arus kas menggambarkan perubahan historis dalam kas dan setara kas yang diklasifikasikan atas aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama satu periode.
Kas adalah saldo kas (cash on hand) dan rekening giro (demand deposit). Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang bersifat sangat liquid dan berjangka pendek sehingga dapat dengan mudah dijadikan kas dengan jumlah yang dapat ditentukan.
Dalam laporan arus kas terdapat 3 (tiga) macam laporan utama, yaitu:
a.      Arus kas dalam aktivitas operasi, berupa penerimaan/pengeluaran uang yang bukan didapat dari aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan (PSAK No.2 tahun 2002).
Arus kas masuk berasal dari:
a)      Penerimaan dari penjualan barang/jasa, royalty, dan pendapatan lain.
b)      Penerimaan dari pendapatan sewa dan restitusi pajak.
c)      Penerimaan dari pemberian untuk bank dan penjualan sekuritas dari perusahaan efek.
Arus kas keluar berasal dari:
a)      Pembayaran kepada pemasok barang dan jasa.
b)      Pembayaran untuk karyawan.
c)      Pembayaran klaim (asuransi), pembelian efek (perusahaan efek), dan pengembalian kredit (bank).
d)     Pembayaran biaya operasi.

b.      Arus kas dalam aktivitas investasi, berupa penerimaan/pengeluaran uang dari komponen yang dianggap sebagai unsur investasi. Perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak temasuk setara kas (PSAK No.2 tahun 2002). Mencerminkan pengeluaran untuk sumber daya yang dimaksudkan akan menghasilkan kas dimasa depan.
Arus kas masuk berasal dari:
a)      Penerimaan penjualan aset tetap, aset tidak berwujud,  dan aset jangka panjang lainnya.
b)      Penerimaan kas dari kontrak future untuk aktivitas pendanaan.
c)      Penerimaan penjualan instrumen utang atau kas (selain diperdagangkan).
d)     Penerimaan kas dari pelunasan uang muka dan pinjaman dari pihak lain.
Arus kas keluar berasal dari:
a)      Pembayaran kas untuk pembelian aset tidak tetap, tidak berwujud.
b)      Pembayaran kas dari kontrak future untuk aktivitas pendanaan.
c)      Pembayaran untuk membeli instrumen utang atau ekuitas atau ventura selain untuk diperdagangkan.

c.       Arus kas dalam aktivitas pendanaan, berupa aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan (PSAK No.2 tahun 2002). Memprediksi klaim atas arus kas masa depan oleh para penyedia modal perusahaan.
Arus kas masuk berasal dari:
a)      Penerimaan kas dari penerbitan saham.
b)      Penerimaan kas dari penerbitan obligasi, wesel, pinjaman jangka pendek, dan jangka panjang juga hipotek.
Arus kas keluar berasal dari:
a)      Pembayaran kas kepada pemilik untuk menarik atau menebus saham.
b)      Pelunasan pinjaman.
c)      Pembayaran kas oleh lessee untuk mengurangi saldo liabilitas terkait sewa pembiayaan.
Manfaat laporan arus kas, yaitu:
a.       Memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi perubahan dalam aset bersih entitas, struktur keuangan (likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka penyesuaian terhadap keadaan dan peluang yang berubah.
b.      Menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas.
c.       Meningkatkan daya banding pelaporan kinerja operasi berbagai entitas.






Berikut adalah bentuk dar laporan arus kas:




2.3.5          Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan memuat penjelasan mengenai pos yang ada dalam neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas. Catatan atas laporan keuangan dimaksudkan untuk membantu pemakai laporan keuangan dalam memahami laporan keuangan sehingga laporan keuangan dapat bermanfaat bagi pemakai laporan untuk pengambilan keputusan.







BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan
            Laporan keuangan (financial statement) adalah hasil akhir dari akuntansi yang merupakan suatu ringkasan transaksi keuangan yang terjadi selama periode tertentu. Laporan keuangan diperlukan untuk memudahkan pihak manajemen dalam proses pengambilan keputusan dan juga berguna bagi pihak diluar perusahaan agar dapat menilai kinerja perusahaan.
Laporan keuangan terdiri dari laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Laporan neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi harta, utang dan kewajiban perusahaan pada periode waktu tertentu. Laporan laba rugi adalah laporan yang menggambarkan besarnya laba atau keuntungan maupun kerugian yang dialami suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu. Laporan perubahan modal adalah laporan yang menggambarkan besarnya perubahan modal/ekuitas pemilik perusahaan pada periode waktu tertentu.
Selain kedua laporan diatas, laporan arus kas adalah laporan yang menggambarkan besarnya arus kas masuk dan arus kas keluar yang dibagi menjadi tiga aktivitas, yaitu aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Catatan atas laporan keuangan adalah penjelasan mengenai pos yang ada dalam neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas untuk membantu pemakai laporan keuangan dalam memahami laporan keuangan sehingga laporan keuangan dapat bermanfaat bagi pemakai laporan untuk pengambilan keputusan.

DAFTAR PUSTAKA

Hery. 2012. Mengenal dan Memahami Laporan Keuangan. Yogyakarta: CAPS.
Yadiati, Wiwin. 2007. Teori akuntansi: Suatu Pengantar. Jakarta: Kencana.
Harahap, Sofyan Syafri. 2008. Teori Akuntansi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sadeli. 2009. Dasar-Dasar Akuntansi. Jakarta: Bumi Aksara.
Subramanyam. 2010. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
Mahmud, Oshin. “Makalah Laporan Keuangan.” oshin-mahmud.blogspot.com. Januari 2013. http://oshin-mahmud.blogspot.com/2013/01/makalah-laporan-keuangan.html. (diakses pada 01 Oktober 2014 pukul 17.04 WIB).