“LAPORAN
KEUANGAN”
TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2
Diajukan
guna melengkapi syarat untuk memperoleh nilai tugas softskill
Disusun
oleh:
NAMA :
Feby Dharma Pratiwi
NPM : 22212880
KELAS : 3 EB 17
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Akuntansi adalah seni
pencatatan, pengidentifikasian, pengukuran, penggolongan, pelaporan,
penganalisaan data-data keuangan menjadi sebuah informasi dalam bentuk laporan
keuangan yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan oleh pihak-pihak yang
berkepentingan. Laporan keuangan disusun berdasarkan
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan
Indonesia (IAI). Tanpa standar-standar semacam ini, setiap perusahaan akan
membuat standar-standar mereka sendiri, dan pemakai laporan keuangan harus
dapat memahami praktek-praktek akuntansi serta pelaporan unik dari setiap
perusahaan. Laporan keuangan merupakan sarana pengkomunikasian informasi
keuangan utama kepada pihak-pihak di luar perusahaan. Laporan ini menyajikan sejarah
perusahaan yang dinyatakan dalam bentuk kuantitatif juga dalam satuan moneter.
Laporan keuangan (financial statements)
umumnya disajikan dalam bentuk neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas. Laporan
keuangan dibuat dengan tujuan agar pihak-pihak di luar perusahaan bisa mengukur
kinerja perusahaan tersebut. Dalam hal ini, kinerja perusahaan perlu diukur
untuk menarik modal investasi demi keberlangsungan usaha (going concern).
1.2 Identifikasi Masalah
1.
Apakah yang
dimaksud dengan laporan keuangan dan jenis-jenisnya?
2.
Apakah tujuan
pembuatan laporan keuangan dan siapa saja pihak yang membutuhkannya?
1.3 Tujuan Penulisan
1.
Untuk mengetahui
apakah yang dimaksud dengan laporan keuangan dan jenis-jenisnya.
2.
Untuk mengetahui
apakah tujuan pembuatan laporan keuangan dan siapa saja pihak yang
membutuhkannya.
1.4 Metode
Pengumpulan Data
Metode
pengumpulan data yang saya gunakan adalah metode kepustakaan dan kepustakaan
online. Saya mengutip informasi dari buku-buku yang terkait dengan materi
makalah. Saya juga mengambil informasi dari tulisan-tulisan yang di posting
melalui internet untuk memperkaya isi makalah saya.
1.5 Sistematika
Penulisan Makalah
Adapun
sistematika penulisan makalah ini adalah:
1. BAB
I : Pendahuluan berisi latar belakang masalah, identifikasi masalah, tujuan
penulisan, metode pengumpulan data, dan sistematika penulisan.
2. BAB
II : Isi.
3. BAB
III : Penutup berisi kesimpulan.
4. DAFTAR
PUSTAKA
BAB II
ISI
2.1 Definisi
Laporan Keuangan
Laporan keuangan (financial statement) adalah hasil akhir
dari akuntansi yang merupakan suatu ringkasan transaksi keuangan yang terjadi
selama periode tertentu. Laporan keuangan juga merupakan media
komunikasi dan pertanggungjawaban antara perusahaan (manajemen) dan para
pemiliknya atau pihak lain. Laporan
keuangan bagi pihak manajemen perusahaan berfungsi sebagai laporan pertanggung
jawaban keuangan pada pemilik modal. Bagi pemilik modal, laporan keuangan
berfungsi untuk megevaluasi kinerja manajer perusahaan selama satu periode.
Pada akhir periode, perusahaan akan membuat laporan
keuangan. Akhir periode bisa dilakukan pada tiap akhir bulan atau tiap akhir
tahun tergantung pada kebijakan perusahaan yang bersangkutan. Laporan keuangan
ditujukan kepada pihak luar perusahaan yang pada umumnya dibuat tiap akhir
tahun. Pihak luar perusahaan antara lain adalah sebagai berikut:
a. Investor
b. Karyawan
e. Pelanggan
f. Pemerintah
g. Masyarakat
2.2 Tujuan
Laporan Keuangan
2.2.1
Tujuan Khusus
Tujuan
khusus dari laporan keuangan adalah menyajikan laporan posisi keuangan, hasil
usaha dan perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar dan sesuai dengan
GAAP.
2.2.2 Tujuan Umum
a. Memberikan informasi yang terpercaya
tentang sumber-sumber ekonomi dan kewajiban perusahaan.
b. Memberikan informasi yang terpercaya
tentang sumber kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan usaha dalam mencari
laba.
c. Memberikan informasi keuangan yang
dapat digunakan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
d. Memberikan informasi yang diperlukan
lainnya tentang perubahan harta dan kewajiban.
e. Mengungkapkan informasi relevan
lainnya yang dibutuhkan para pemakai laporan.
2.2.3 Tujuan Kualitatif
a. Relevance yaitu memilih informasi yang
benar-benar dapat membantu pemakai laporan dalam proses pengambilan keputusan.
b. Understandability
yaitu informasi yang dipilih haruslah
informasi yang dimengerti para pemakainya.
c. Verifiability yaitu hasil akuntansi itu harus
dapat diperiksa oleh pihak lain yang akan menghasilkan pendapat yang sama.
d. Neutrality yaitu laporan akuntansi itu netral
terhadap pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi dimaksudkan untuk pihak
umum bukan pihak-pihak tertentu saja.
e. Timeliness yaitu laporan akuntansi hanya
bermanfaat untuk pengambilan keputusan apabila diserahkan pada saat yang tepat.
f. Comparability yaitu informasi akuntansi harus
dapat saling dibandingkan artinya akuntansi harus memiliki prinsip yang sama
baik untuk suatu perusahaan maupun perusahaan lain.
g. Completeness yaitu informasi akuntansi yang
dilaporkan harus mencakup semua kebutuhan yang layak dari para pemakai.
Dari uraian tujuan laporan keuangan diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa tujuan dari pelaporan keuangan itu sendiri adalah membantu
investor serta kreditor saat ini atau potensial dalam hal :
a.
Membuat
keputusan investasi, kredit, dan keputusan serupa secara rasional.
b.
Menilai
jumlah, penetapan waktu, dan ketidakpastian penerimaan kas prospektif dari
deviden atau bunga dan hasil dari penjualan, penebusan, atau jatuh tempo
sekuritas atau pinjaman.
c.
Memberikan
gambaran tentang sumber daya ekonomi dari sebuah perusahaan, klaim terhadap
sumber daya tersebut (kewajiban perusahaan untuk mentransfer sumber daya ke
entitas lainnya dan ekuitas pemilik), dan pengaruh dari transaksi, kejadian,
serta situasi yang mengubah sumber daya perusahaan dan klaim pihak lain
terhadap sumber daya tersebut.
2.3 Jenis
Laporan Keuangan
2.3.1 Laporan Neraca
Neraca atau biasa disebut dengan balance sheet adalah suatu
daftar aktiva, kewajiban dan modal pemilik pada periode tertentu, biasanya pada
akhir bulan atau akhir tahun.
Manfaat
neraca atau balance sheet adalah:
a. Memberikan
informasi tentang posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu.
b. Menilai
likuiditas dan kelancaran operasi perusahaan.
c. Menilai
struktur pendanaan perusahaan.
d. Menganalisis
komposisi kekayaan dan potensi jasa perusahaan.
e. Mengevaluasi
potensi jasa atau sumber ekonomi yang dikuasai perusahaan.
Neraca dapat disusun dalam 2 (dua) bentuk, yaitu bentuk
skontro dan bentuk staffel. Bentuk skontro, artinya menyusun harta pada sisi
kiri dan utang serta modal pada sisi kanan. Sedangkan bentuk staffel, artinya
menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang serta modal pada
bagian bawahnya. Dibawah ini akan
diberikan contoh dari kedua bentuk neraca diatas:
a.
Bentuk Skontro
b.
Bentuk
Staffel
2.3.2 Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi atau income statements adalah laporan yang menyajikan pendapatan dan beban untuk satu
periode tertentu. Setiap perusahaan wajib menyusun laporan laba-rugi. Tujuannya
untuk memberikan informasi tentang keberhasilan manajemen dalam mengelola
perusahaan (yang diukur dari laba) dalam suatu periode. Laporan laba rugi juga berguna
untuk:
a. Menetapkan besarnya pajak
penghasilan.
b. Menilai keberhasilan perusahaan
dengan memperhitungkan tingkat profitabilitas.
c. Membandingkan antara laba sekarang
dengan laba tahun lalu.
d. Menilai efisiensi perusahaan dengan
melihat besarnya biaya atau beban dan jenis komposisinya.
Laporan Laba Rugi
dapat disajikan dengan 2 cara :
a.
Single Step, yaitu penyusunan laporan laba / rugi dimana seluruh pendapatan
dikumpulkan menjadi satu, setelah itu dikurangi dengan seluruh beban / biaya. Laporan laba / rugi bentuk ini
biasa digunakan pada perusahaan jasa.
b.
Multiple Step, yaitu penyusunan laboran laba / rugi yang dilakukan secara
bertahap, mulai dari kelompok Pendapatan dan Biaya Usaha, Pendapatan Luar Usaha
dan Biaya Luar Usaha. Laporan laba / rugi bentuk ini biasa digunakan
pada Perusahaan Dagang dan Manufaktur.
2.3.3 Laporan Perubahan Modal
Laporan
perubahan modal adalah suatu ikhtisar yang melaporkan perubahan modal / ekuitas pemilik yang
terjadi selama periode waktu tertentu. Dari laporan ini dapat diketahui
apakah modal pemilik bertambah atau berkurang bila dibandingkan dengan modal
pemilik pada periode sebelumnya.
Penyebab bertambahnya modal pemilik
yaitu :
a. Perusahaan memperoleh laba bersih.
b. Adanya investasi tambahan dari
pemilik perusahaan.
Penyebab berkurangnya modal pemilik
yaitu :
a. Perusahaan menderita rugi.
b. Adanya pengambilan pribadi (prive) oleh pemilik.
Laporan perubahan modal harus memuat
informasi berikut :
a. Modal pada awal periode.
b. Laba atau rugi selama satu periode.
c. Tambahan modal dari investasi
pemilik.
d. Pembagian laba kepada pemilik.
e. Laba atau rugi yang tidak dibagikan
pada periode sebelumnya
Bentuk
laporan perubahan modal adalah:
2.3.4 Laporan Arus Kas
Laporan
arus kas adalah laporan yang memuat informasi mengenai ringkasan penerimaan dan
pengeluaran kas suatu badan usaha atau perusahaan yang terjadi selama satu
periode waktu tertentu. Informasi arus kas entitas
berguna sebagai dasar untuk
menilai kemampuan entias dalam menghasilkan kas dan setara
kas serta menilai kebutuhan kas entitas untuk
menggunakan arus kas tersebut.
Laporan arus kas menggambarkan perubahan historis dalam
kas dan setara kas yang diklasifikasikan atas
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama satu periode.
Kas adalah saldo kas (cash on hand) dan rekening giro (demand deposit). Setara kas (cash
equivalent) adalah investasi yang bersifat sangat liquid dan berjangka pendek sehingga dapat dengan mudah dijadikan
kas dengan jumlah yang dapat ditentukan.
Dalam laporan arus kas terdapat 3 (tiga)
macam laporan utama, yaitu:
a.
Arus
kas dalam aktivitas operasi,
berupa penerimaan/pengeluaran uang yang bukan didapat dari aktivitas investasi
dan aktivitas pendanaan (PSAK No.2 tahun 2002).
Arus kas masuk berasal
dari:
a) Penerimaan
dari penjualan barang/jasa, royalty, dan pendapatan lain.
b) Penerimaan
dari pendapatan sewa dan restitusi pajak.
c) Penerimaan
dari pemberian untuk bank dan penjualan sekuritas dari perusahaan efek.
Arus kas keluar berasal dari:
a) Pembayaran
kepada pemasok barang dan jasa.
b) Pembayaran
untuk karyawan.
c) Pembayaran
klaim (asuransi), pembelian efek (perusahaan efek), dan pengembalian kredit
(bank).
d) Pembayaran
biaya operasi.
b.
Arus
kas dalam aktivitas investasi, berupa penerimaan/pengeluaran uang dari komponen yang dianggap
sebagai unsur investasi. Perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta
investasi lain yang tidak temasuk setara kas (PSAK No.2 tahun 2002). Mencerminkan
pengeluaran untuk sumber daya yang dimaksudkan akan menghasilkan kas dimasa
depan.
Arus kas masuk berasal dari:
a) Penerimaan
penjualan aset tetap, aset tidak berwujud,
dan aset jangka panjang lainnya.
b) Penerimaan
kas dari kontrak future untuk
aktivitas pendanaan.
c) Penerimaan
penjualan instrumen utang atau kas (selain diperdagangkan).
d) Penerimaan
kas dari pelunasan uang muka dan pinjaman dari pihak lain.
Arus
kas keluar berasal dari:
a) Pembayaran
kas untuk pembelian aset tidak tetap, tidak berwujud.
b) Pembayaran
kas dari kontrak future untuk
aktivitas pendanaan.
c) Pembayaran
untuk membeli instrumen utang atau ekuitas atau ventura selain untuk
diperdagangkan.
c.
Arus
kas dalam aktivitas pendanaan, berupa aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah
serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan (PSAK No.2 tahun 2002).
Memprediksi klaim atas arus kas masa depan oleh para penyedia modal perusahaan.
Arus kas masuk berasal dari:
a) Penerimaan
kas dari penerbitan saham.
b) Penerimaan
kas dari penerbitan obligasi, wesel, pinjaman jangka pendek, dan jangka panjang
juga hipotek.
Arus kas keluar berasal dari:
a) Pembayaran
kas kepada pemilik untuk menarik atau menebus saham.
b) Pelunasan
pinjaman.
c) Pembayaran
kas oleh lessee untuk mengurangi saldo liabilitas terkait sewa pembiayaan.
Manfaat
laporan arus kas, yaitu:
a. Memberikan
informasi yang memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi perubahan dalam
aset bersih entitas, struktur keuangan (likuiditas dan solvabilitas) dan
kemampuan mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka penyesuaian
terhadap keadaan dan peluang yang berubah.
b. Menilai
kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas.
c. Meningkatkan
daya banding pelaporan kinerja operasi berbagai entitas.
Berikut adalah bentuk
dar laporan arus kas:
2.3.5 Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan memuat penjelasan mengenai
pos yang ada dalam neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan
laporan arus kas. Catatan
atas laporan keuangan dimaksudkan untuk membantu pemakai laporan keuangan dalam
memahami laporan keuangan sehingga laporan keuangan dapat bermanfaat bagi
pemakai laporan untuk pengambilan keputusan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Laporan keuangan (financial
statement) adalah hasil akhir dari akuntansi yang merupakan suatu ringkasan
transaksi keuangan yang terjadi selama periode tertentu. Laporan keuangan
diperlukan untuk memudahkan pihak manajemen dalam proses pengambilan keputusan
dan juga berguna bagi pihak diluar perusahaan agar dapat menilai kinerja
perusahaan.
Laporan keuangan
terdiri dari laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal,
laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Laporan neraca adalah
laporan yang menggambarkan posisi harta, utang dan kewajiban perusahaan pada
periode waktu tertentu. Laporan laba rugi adalah laporan yang menggambarkan
besarnya laba atau keuntungan maupun kerugian yang dialami suatu perusahaan
dalam periode waktu tertentu. Laporan perubahan modal adalah laporan yang
menggambarkan besarnya perubahan modal/ekuitas pemilik perusahaan pada periode
waktu tertentu.
Selain kedua laporan
diatas, laporan arus kas adalah laporan yang menggambarkan besarnya arus kas
masuk dan arus kas keluar yang dibagi menjadi tiga aktivitas, yaitu aktivitas
operasi, investasi, dan pendanaan. Catatan atas laporan keuangan adalah penjelasan
mengenai pos yang ada dalam neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal
dan laporan arus kas
untuk membantu pemakai laporan keuangan dalam memahami laporan keuangan
sehingga laporan keuangan dapat bermanfaat bagi pemakai laporan untuk
pengambilan keputusan.
DAFTAR
PUSTAKA
Hery. 2012. Mengenal dan Memahami Laporan Keuangan. Yogyakarta: CAPS.
Yadiati, Wiwin. 2007. Teori akuntansi: Suatu Pengantar.
Jakarta: Kencana.
Harahap, Sofyan Syafri. 2008. Teori Akuntansi. Jakarta: Raja Grafindo
Persada.
Sadeli. 2009. Dasar-Dasar Akuntansi. Jakarta: Bumi Aksara.
Subramanyam. 2010. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta:
Salemba Empat.
Mahmud,
Oshin. “Makalah Laporan Keuangan.” oshin-mahmud.blogspot.com. Januari 2013. http://oshin-mahmud.blogspot.com/2013/01/makalah-laporan-keuangan.html. (diakses pada 01
Oktober 2014 pukul 17.04 WIB).








