NAMA :
FEBY DHARMA PRATIWI
NPM :
22212880
KELAS :
1EB18
MATA KULIAH :
PENGANTAR BISNIS
BAB
I
Ruang
Lingkup Bisnis
I
PENGERTIAN
BISNIS DAN JENISNYA
Bisnis adalah suatu aktifitas transaksi / pertukaran barang atau jasa yang dilakukan antara pihak satu (produsen) kepada pihak lainnya (konsumen), untuk memenuhi kepuasan pihak konsumen.
Jenis-jenis bisnis : Bisnis Jasa, Bisnis Pertanian, Bisnis Barang, Bisnis Transportasi, Bisnis Industri, Bisnis Obat-obatan, dll.
Bisnis adalah suatu aktifitas transaksi / pertukaran barang atau jasa yang dilakukan antara pihak satu (produsen) kepada pihak lainnya (konsumen), untuk memenuhi kepuasan pihak konsumen.
Jenis-jenis bisnis : Bisnis Jasa, Bisnis Pertanian, Bisnis Barang, Bisnis Transportasi, Bisnis Industri, Bisnis Obat-obatan, dll.
II
TUJUAN
KEBIJAKAN BISNIS
Tujuan kebijakan bisnis ada 4, yaitu
:
1.
Melindugi usaha kecil dan menengah
Kebijakan ini berguna untuk mencegah
usaha kecil tersingkir dan tidak mempunyai lahan atau wilayah berusaha.
2.
Melindungi lingkungan hidup sekitarnya
Dengan adanya kebijakan ini, maka
para pebisnis juga akan meminimalisaiskan dampak negatif yang nantinya akan
berimbas kepada penduduk dan lingkungan hidup sekitarnya.
3.
Melindungi konsumen
Bisnis yang baik adalah usaha bisnis
yang mementingkan pelayanan kepada konsumen. Konsumen adalah raja yang perlu
dilindungi. Konsumen jangan sampai dirugikan atau dikecewakan oleh karena
mengkonsumsi barang atau jasa yang diproduksi dari para pebisnis tersebut.
4.
Pendapatan Pemerintah
Bisnis yang beroperasi memiliki
kewajiban untuk membayar pajak kepada pemerintah. Inilah yang sering Kita sebut
dengan devisa. Semakin banyak untung/laba yang diperoleh suatu usaha bisnis,
semakin besar pula Ia harus membayar pajak Negara demikian sebaliknya.
III
SISTEM PEREKONOMIAN DAN SISTEM PASAR
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh
suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada
individu maupun organisasi di negara tersebut.
Sistem perekonomian ada 4, yaitu :
a) Kapitalisme adalah seseorang bebas memiliki
kekayaan, perusahaan, bersaing secara bebas dalam pasar, dan menentukan
miliknya kemudian.
b) Sosialisme adalah seseorang secara relatif
bebas untuk memilih tempat yang diinginkan dengan campur tangan pemerintah
untuk menyesuaikan kebutuhan individu-individu kepada kebutuhan masyarakat.
c) Fasisme adalah pemerintah yang memiliki
semua industri.
d) Komunisme adalah tidak adanya kekayaan
pribadi atau mungkin hanya sedikit dan tidak ada motif untuk mendapatkan
keuntungan.
Sistem pasar
adalah setiap proses yang sistematis memungkinkan banyak pelaku pasar untuk menawar dan bertanya : penawar
membantu dan penjual berinteraksi dan membuat kesepakatan. Hal ini tidak hanya mekanisme harga tetapi seluruh sistem peraturan , kualifikasi, kredensial
, reputasi
dan kliring yang mengelilingi
mekanisme itu dan membuatnya beroperasi dalam konteks sosial. [1]
IV
KESEMPATAN BISNIS ATAU USAHA
Beberapa
cara dalam melakukan ataupun memulai suatu usaha :
1.
Penuhi Kebutuhan Konsumen
Kenali kebutuhan konsumen. Lalu
penuhi dengan harga, kualitas produk dan pelayanan yang
lebih baik. Karena dengan tingkat harga tertentu suatu produk dalam
suatu lingkungan akan sangat berpengaruh pada daya beli masyarakat.
2.
Jual Keunikan
Misalnya ciptakan atau jual suatu produk
yang memang belum ada atau masih jarang dijual dipasaran, sehingga inovasi dari
produk tersebut dapat memancing masyarakat untuk membelinya.
3.
Duplikasi Usaha Lain
Terkadang ide usaha tersebar di
mana-mana. Bahkan di depan mata. Anda hanya perlu membaca
peluang, mengukur potensi, dan berani mengambil risiko.
4.
Beri Fasilitas Tambahan
Dengan menambah beberapa fasilitas
tertentu maka usaha anda akan lebih menunjang untuk bersaing dengan usaha
lainnya.
5.
Jual Ketrampilan
Misalnya, ada seseorang yang berbakat
dalam mendesign sebuah kaos , maka kita dapat memanfaatkan keterampilan orasng
tersebut untuk membuka serta menjalankan sebuah usaha.
6. Buka
Lokasi
Lokasi
sangat berpengaruh terhadap untung atau ruginya suatu usaha. Memilih lokasi
usaha yang strategis akan membantu anda untuk mengembangkan usaha anda.
V
UNSUR-UNSUR
PENTING AKTIFITAS EKONOMI
Unsur-unsur
penting dalam Aktifitas Ekonomi biasa disebut dengan 6M yaitu :
• Manusia
• Modal
• Material
• Metode
• Manajerial
• Mesin/Peralatan
• Manusia
• Modal
• Material
• Metode
• Manajerial
• Mesin/Peralatan
VI
HAKIKAT BISNIS
Hakikat Bisnis adalah Kebutuhan Manusia yang
berupa barang dan jasa yang harus terpenuhi kebutuhannya dengan usaha
mendapatkan alat pembayarannya yaitu uang atau tukar-menukar barang (barter)
yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak.
VII
MENGAPA BELAJAR BISNIS
Menurut
saya, belajar bisnis sangatlah penting karena bisa membuat saya mempunyai
pikiran yang lebih maju. Bukan hanya memikirkan soal modal uang, tapi juga
modal keberanian, ketekunan, dan modal nekat. Dimana ketiga modal tersebut
dapat membuat saya menjadi lebih rasional. Bisnis juga memungkinkan adanya
saling ketergantungan, adanya peluang internasional, adanya usaha untuk
mempertahankan dan meningkatkan standar hidup, adanya perubahan, serta mencegah
kesalahpahaman.
REFERENSI :
DR. Basu
Swastha DH., SE., MBA. dan Ibnu Sukotjo W. SE. Pengantar Bisnis Modern. Yogyakarta: liberty Yogyakarta.
Buku
Management Bisnis.
BAB
II
Perusahaan
Dan Lingkungan Perusahaan
I
PENGERTIAN PERUSAHAAN
Perusahaan adalah suatu organisasi produksi
yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan
kebutuhan masyarakat dengan cara yang menguntungkan.
II
TEMPAT
KEDUDUKAN DAN LOKASI PERUSAHAAN
A. Pengertian Lokasi Perusahaan
Lokasi
Perusahaan adalah
tempat di mana perusahaan itu melakukan kegiatan fisik.
Kedudukan
Perusahaan adalah
kantor pusat dari kegiatan fisik perusahaan.
Contoh
bentuk lokasi perusahaan
adalah pabrik tempat memproduksi barang.
Tempat Perusahaan adalah suatu bangunan dimana semua
kegiatan produksi atau pekerjaan yang berhubugan dengan perusahaan dilakukan.
Letak Perusahaan adalah posisi dimana perusahann itu
berada.
B. Faktor-Faktor Pokok Penentu Pemilihan Lokasi Industri
·
Letak
dari sumber bahan mentah untuk produksi
·
Letak
dari pasar konsumen
·
Ketersediaan
tenaga kerja
·
Ketersediaan
pengangkutan atau transportasi
·
Ketersediaan
energi
C. Jenis-Jenis Lokasi Perusahaan
*Lokasi perusahaan yang ditetapkan pemerintah
Lokasi ini sudah
ditetapkan pemerintah dan tidak dapat di ubah secara sepihak. Contohnya seperti
kawasan industri cikarang, pulo gadung, dan lain sebagainya.
*Lokasi perusahaan yang mengikuti sejarah
Lokasi
perusahaan ini, biasanya memiliki nilai sejarah tertentu yang dapat memberikan
pengaruh pada kegiatan bisnis tersebut. Misalnya seperti membangun perusahaan
udang di Cirebon yang sering disebut sebagai kota udang.
*Lokasi perusahaan yang mengikuti kondisi alam
Lokasi perusahaan yang
tidak bisa dipilih-pilih karena sudah ditentukan oleh alam. Contoh : Tambang
emas di cikotok, tambang aspal di buton, tambang gas alam di bontang kaltim,
dan lain sebagainya.
*Lokasi perusahaan yang mengikuti faktor-faktor ekonomi
Pemilihan lokasi
perusahaan jenis ini didasarkan pada faktor-faktor ekonomi supaya mendapatkan
keuntungan yang lebih besar, seperti faktor ketersedian tenaga kerja, faktor
kedekatan dengan pasar, ketersediaan bahan baku, dan lain-lain.
III
PERUSAHAAN DAN LEMBAGA SOSIAL
Perusahaan adalah suatu unit
kegiatan produksi yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat untuk
membuka kesempatan kerja, pertimbangan politik dan upaya pengabdian kepada
masyarakat dan tentunya mencari keuntungan maximal.
* Tujuan Pendirian
Perusahaan
Tujuan
perusahaan merupakan penjabaran visi dan misi tentang hasil akhir optimal yang
akan di capai perusahaan.
Tujuan pendirian perusahaan dibedakan menjadi dua yaitu:
a)
Tujuan Ekonomis yaitu Berkenaan dengan
upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya. Contoh : Menciptakan laba,
pelanggan, keinginan konsumen, tenaga produk, kualitas, harga, kuantitas,
pelanggan (inovatif).
b)
Tujuan sosial
Perusahaan memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia, faktor-faktor produksi, maupun masyarakat luas.
Perusahaan memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia, faktor-faktor produksi, maupun masyarakat luas.
Tujuan Utama perusahaan yaitu memberi kepuasan kepada
keinginan konsumen ataupun pelanggan.
* Perusahaan Sebagai Suatu Sistem
Sistem adalah satu kesatuan
dari unit-unit yang saling berinteraksi secara langsung ataupun tidak untuk mencapai tujuan tertentu.
a)
Kepada pemilik modal: pengelolaan
keuangan dan kemajuan perusahaan.
b)
Kepada lembaga peneliti: membantu
pendanaan.
c)
Kepada pekerja: membayar gaji dan
memenuhi fasilitas kerja.
d)
Kepada konsumen: menyediakan barang dan
jasa yang bagus.
e)
Kepada pemerintah: membayar pajak.
f)
Sebagai suatu kesatuan / unit.
g)
Sifatnya beragam.
h)
Saling bergantung satu sama lain.
i)
Bersifat Dinamis.
*Fungsi-Fungsi
Perusahaan
Ada dua fungsi perusahaan dalam rangka mencapai
tujuan perusahaan, yaitu:
a)
Fungsi Operasi, dan
b)
Fungsi Manajemen
* Ciri-Ciri
Perusahaan
a)
Operatif: adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan
produksi, penyedia / distribusi barang dan jasa.
b)
Koordinatif: koordinasi diperlukan bagi semua pihak agar saling
mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan perusahaan / tujuan bersama.
c)
Regular: keteraturan sangat dibutuhkan perusahaan untuk mencapai
kesinambungan yang dapat mendukung aktivitas sehingga perusahaan dapat lebih
maju
d)
Dinamis: perusahaan harus dapat meengikuti dan meyesuaikan diri
terhadap perubahan lingkungan.
e)
Formal: tunduk / taat kepada peraturan yang berlaku setelah
memenuhi persyaratan pendirian perusahaan.
f)
Lokasi: perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam
suatu kawasan yang secara geografis jelas dan dapat menguntungkan.
g)
Pelayanan Bersyarat: keberhasilan perusahaan tersebut terhadap
visi dan misi perusahaan dalam suatu kawasan tertentu.
IV
BERBAGAI
MACAM LINGKUNGAN PERUSAHAAN DAN PENGARUHNYA
TERHADAP PERUSAHAAN
Lingkungan Perusahaan adalah keseluruhan dari
faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun
kegiatannya.
1)
Lingkungan
Eksternal
Lingkungan eksternal merupakan lingkungan yang tidak langsung
berpengaruh terhadap kegiatan perusahaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel
diluar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di dalam lingkungan
sosial ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja
(industri) organisasi. Variabel-variabel eksternal ini terbagi menjadi dua
jenis, yaitu ancaman dan peluang.
Lingkungan eksternal
perusahaan dapat dibedakan menjadi :
a)
Lingkungan eksternal
makro,
adalah lingkungan eksternal perusahaan yang tidak langsung berpengaruh terhadap
kegiatan usaha.
Contoh :
·
Keadaan alam: SDA, lingkungan.
·
Politik dan hankam (pertahanan dan keamanan): kehidupan
operasional perusahaan yang sangat terpengaruh oleh politik dan hankam negara
dimana perusahaan berada .
·
Pendidikan dan kebudayaan.
·
Hubungan internasional.
b) Lingkungan eksternal mikro, adalah lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh
langsung terhadap kegiatan usaha.
Contoh :
·
Pemasok / supplier : menunjang kelangsungan operasi perusahaan.
·
Perantara, misalnya distributor dan pengecer yang berperan dalam
pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen.
·
Teknologi: berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan
metode, dll.
·
Pasar : sebagai sasaran perusahaan dari produk yang dihasilkan oleh
perusahaan.
2)
Lingkungan
Internal
Lingkungan internal adalah faktor-faktor yang berada didalam
kegiatan produksi dan langsung berpengaruh terhadap hasil produksi.
Contoh :
·
Tenaga kerja
·
Peralatan dan mesin
·
Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
·
Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
·
Sistem informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan
keputusan.
A. Lingkungan
Fisik, Energi, Dan Konservasi
a.
Ekologi
Ekologi
adalah ilmu yang mempelajari tentang interaksi antara manusia dengan manusia
dan manusia dengan lingkungannya. Hal ini terutama disebabkan oleh tiga faktor,
yaitu:
·
Meningkatnya
konsentrasi penduduk
·
Teknologi
yang semakin berkembang
·
Meningkatnya
kemakmuran ekonomi
b.
Polusi
Polusi
merupakan pencemaran lingkungan dimana kita hidup didalamnya. Macam-macam
polusi:
·
Polusi
udara
·
Polusi
air
·
Polusi
sampah awet
c.
Energi Dan Konservasi
·
Meningatnya
pengeluaran pemerintah: pemerintah membiayai pengeluarannya dari hasil
pemungutan pajak. Alasan pemerintah menaikkan tarif pajak adalah untuk membiayai
pengeluaran yang semakin lama semakin menigkat.
·
Penerimaan
dan pengeluaran pemerintah: apabila pengeluaran pemerintah lebih besar dari
jumlah penghasilannya (defisit) yang mengakibatkan pemerintah meminjam uang
kepada bank dimana jumlah uang yang dipinjam pemerintah untuk menutup defisit
disebut utang Negara.
B. Lingkungan Hukum
Kegiatan perusahaan berada dalam
lingkungan hukum yang mengaturnya dimana hukum di Indonesia terbagi atas dua,
yaitu:
a.
Hukum
Publik: mengatur masalah yang menyangkut masalah kepentingan
umum.
b.
Hukum
Privat: mengatur tentang masalah kepentingan pribadi.
C. Lingkungan Pemerintah
a.
Perhatian pemerintah terhadap kegiatan
usaha:
a) Bantuan
di bidang transportasi
b) Bantuan
pada perusahaan-perusahaan kecil
c) Bantuan
di bidang komunikasi
D. Lingkungan Internasional
a.
Neraca pembayaran nasional: menunjukkan
keadaan perekonomian internasional beberapa Negara.
b.
Perusahaan multinasional
V
PENDEKATAN
DALAM MELIHAT BISNIS DAN LINGKUNGAN
Bisnis tidak terlepas dari
aktivitas produksi, pembelian, penjualan, maupun pertukaran barang dan jasa
yang melibatkan pihak lain. Aktivitas bisnis pada umumnya punya tujuan
menghasilkan laba.
Pengolahan lingkungan terkait erat
dengan bisnis maupun perdagangan global. Sertifikat sistem manajemen lingkungan
ISO 14001 merupakan salah satu aspek lingkungan dengan bisnis dan perdagangan
global.
Hubungan antar bisnis dengan
lingkungan sangat erat. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan
lingkungan akan tersingkir dari kancah persaingan bisnis. Hanya pengusaha yang
mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumenlah yang mampu bertahan (buyer’s
market atau pasar pembeli), yaitu keadaan dimana pembeli yang akan menentukan
semuanya dan bukan penjual. Dalam hal ini berlaku suatu ungkapan “pembeli
adalah raja”.
Dalam hal ini siapa yang berhasil
mendekati konsumen, dialah yang akan bertahan dalam kancah persaingan bisnis. Oleh
karena itu, pengusaha harus pandai melihat faktor lingkungan. Faktor yang sentral
adalah masyarakat atau konsumen sedangkan pengusaha atau bisnisman
mengelilinginya untuk melayani kebutuhan secara lebih baik sesuai dengan selera
konsumen. Pandangan ini disebut “Consumer Oriented Approach” atau “pendekatan
yang berorientasi konsumen”.
REFERENSI :
DR. Basu
Swastha DH., SE., MBA. dan Ibnu Sukotjo W. SE. Pengantar Bisnis Modern. Yogyakarta: liberty Yogyakarta.
Buku
Management Bisnis.
eadisty.blogspot.com/2011/11/pendekatan-dalam-melihat-bisnis.html