Senin, 15 Oktober 2012

rangkuman bab 1 dan bab 2


NAMA                       : FEBY DHARMA PRATIWI
NPM                           : 22212880
KELAS                      : 1EB18
MATA KULIAH      : PENGANTAR BISNIS

BAB I
Ruang Lingkup Bisnis

I            PENGERTIAN BISNIS DAN JENISNYA

Bisnis adalah suatu aktifitas transaksi / pertukaran barang atau jasa yang dilakukan antara pihak satu (produsen) kepada pihak lainnya (konsumen), untuk memenuhi kepuasan pihak konsumen.
Jenis-jenis bisnis : Bisnis Jasa, Bisnis Pertanian, Bisnis Barang, Bisnis Transportasi, Bisnis Industri, Bisnis Obat-obatan, dll.

II            TUJUAN KEBIJAKAN BISNIS
Tujuan kebijakan bisnis ada 4, yaitu :
1.      Melindugi usaha kecil dan menengah
Kebijakan ini berguna untuk mencegah usaha kecil tersingkir dan tidak mempunyai lahan atau wilayah berusaha.
2.      Melindungi lingkungan hidup sekitarnya
Dengan adanya kebijakan ini, maka para pebisnis juga akan meminimalisaiskan dampak negatif yang nantinya akan berimbas kepada penduduk dan lingkungan hidup sekitarnya.
3.      Melindungi konsumen
Bisnis yang baik adalah usaha bisnis yang mementingkan pelayanan kepada konsumen. Konsumen adalah raja yang perlu dilindungi. Konsumen jangan sampai dirugikan atau dikecewakan oleh karena mengkonsumsi barang atau jasa yang diproduksi dari para pebisnis tersebut.
4.      Pendapatan Pemerintah
Bisnis yang beroperasi memiliki kewajiban untuk membayar pajak kepada pemerintah. Inilah yang sering Kita sebut dengan devisa. Semakin banyak untung/laba yang diperoleh suatu usaha bisnis, semakin besar pula Ia harus membayar pajak Negara demikian sebaliknya.


III            SISTEM PEREKONOMIAN DAN SISTEM PASAR
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.
Sistem perekonomian ada 4, yaitu :
a)       Kapitalisme adalah seseorang bebas memiliki kekayaan, perusahaan, bersaing secara bebas dalam pasar, dan menentukan miliknya kemudian.
b)      Sosialisme adalah seseorang secara relatif bebas untuk memilih tempat yang diinginkan dengan campur tangan pemerintah untuk menyesuaikan kebutuhan individu-individu kepada kebutuhan masyarakat.
c)       Fasisme adalah pemerintah yang memiliki semua industri.
d)      Komunisme adalah tidak adanya kekayaan pribadi atau mungkin hanya sedikit dan tidak ada motif untuk mendapatkan keuntungan.

Sistem pasar adalah setiap proses yang sistematis memungkinkan banyak pelaku pasar untuk menawar dan bertanya : penawar membantu dan penjual berinteraksi dan membuat kesepakatan. Hal ini tidak hanya mekanisme harga tetapi seluruh sistem peraturan , kualifikasi, kredensial , reputasi dan kliring yang mengelilingi mekanisme itu dan membuatnya beroperasi dalam konteks sosial. [1]


IV            KESEMPATAN BISNIS ATAU USAHA
Beberapa cara dalam melakukan ataupun memulai suatu usaha :
1.       Penuhi Kebutuhan Konsumen
Kenali kebutuhan konsumen. Lalu penuhi dengan harga, kualitas produk  dan  pelayanan  yang  lebih  baik.  Karena dengan tingkat harga tertentu suatu produk dalam suatu lingkungan akan sangat berpengaruh pada daya beli masyarakat.
2.      Jual Keunikan
      Misalnya ciptakan atau jual suatu produk yang memang belum ada atau masih jarang dijual dipasaran, sehingga inovasi dari produk tersebut dapat memancing masyarakat untuk membelinya.
3.      Duplikasi Usaha Lain
Terkadang ide usaha tersebar di mana-mana. Bahkan di depan mata.  Anda  hanya  perlu membaca peluang, mengukur potensi, dan berani mengambil  risiko.
4.      Beri Fasilitas Tambahan
Dengan menambah beberapa fasilitas tertentu maka usaha anda akan lebih menunjang untuk bersaing dengan usaha lainnya.
5.      Jual Ketrampilan
      Misalnya, ada seseorang yang berbakat dalam mendesign sebuah kaos , maka kita dapat memanfaatkan keterampilan orasng tersebut untuk membuka serta menjalankan sebuah usaha.
6.      Buka Lokasi
Lokasi sangat berpengaruh terhadap untung atau ruginya suatu usaha. Memilih lokasi usaha yang strategis akan membantu anda untuk mengembangkan usaha anda.

V            UNSUR-UNSUR PENTING AKTIFITAS EKONOMI
Unsur-unsur penting dalam Aktifitas Ekonomi biasa disebut dengan 6M yaitu :
• Manusia
• Modal
• Material
• Metode
• Manajerial
• Mesin/Peralatan
VI            HAKIKAT BISNIS
Hakikat Bisnis adalah Kebutuhan Manusia yang berupa barang dan jasa yang harus terpenuhi kebutuhannya dengan usaha mendapatkan alat pembayarannya yaitu uang atau tukar-menukar barang (barter) yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak.



VII            MENGAPA BELAJAR BISNIS
Menurut saya, belajar bisnis sangatlah penting karena bisa membuat saya mempunyai pikiran yang lebih maju. Bukan hanya memikirkan soal modal uang, tapi juga modal keberanian, ketekunan, dan modal nekat. Dimana ketiga modal tersebut dapat membuat saya menjadi lebih rasional. Bisnis juga memungkinkan adanya saling ketergantungan, adanya peluang internasional, adanya usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan standar hidup, adanya perubahan, serta mencegah kesalahpahaman.



REFERENSI :
DR. Basu Swastha DH., SE., MBA. dan Ibnu Sukotjo W. SE. Pengantar Bisnis Modern. Yogyakarta: liberty Yogyakarta.
Buku Management Bisnis.



BAB II
Perusahaan Dan Lingkungan Perusahaan


I            PENGERTIAN PERUSAHAAN
Perusahaan adalah suatu organisasi produksi yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan masyarakat dengan cara yang menguntungkan.

II            TEMPAT KEDUDUKAN DAN LOKASI PERUSAHAAN

A. Pengertian Lokasi Perusahaan
Lokasi Perusahaan adalah tempat di mana perusahaan itu melakukan kegiatan fisik.
Kedudukan Perusahaan adalah kantor pusat dari kegiatan fisik perusahaan.
Contoh bentuk lokasi perusahaan adalah pabrik tempat memproduksi barang.
Tempat Perusahaan adalah suatu bangunan dimana semua kegiatan produksi atau pekerjaan yang berhubugan dengan perusahaan dilakukan.
Letak Perusahaan adalah posisi dimana perusahann itu berada.
 
B. Faktor-Faktor Pokok Penentu Pemilihan Lokasi Industri
·         Letak dari sumber bahan mentah untuk produksi
·         Letak dari pasar konsumen
·         Ketersediaan tenaga kerja
·         Ketersediaan pengangkutan atau transportasi
·         Ketersediaan energi

C. Jenis-Jenis Lokasi Perusahaan

*Lokasi perusahaan yang ditetapkan pemerintah
Lokasi ini sudah ditetapkan pemerintah dan tidak dapat di ubah secara sepihak. Contohnya seperti kawasan industri cikarang, pulo gadung, dan lain sebagainya.
*Lokasi perusahaan yang mengikuti sejarah
Lokasi perusahaan ini, biasanya memiliki nilai sejarah tertentu yang dapat memberikan pengaruh pada kegiatan bisnis tersebut. Misalnya seperti membangun perusahaan udang di Cirebon yang sering disebut sebagai kota udang.

*Lokasi perusahaan yang mengikuti kondisi alam
Lokasi perusahaan yang tidak bisa dipilih-pilih karena sudah ditentukan oleh alam. Contoh : Tambang emas di cikotok, tambang aspal di buton, tambang gas alam di bontang kaltim, dan lain sebagainya.



*Lokasi perusahaan yang mengikuti faktor-faktor ekonomi
Pemilihan lokasi perusahaan jenis ini didasarkan pada faktor-faktor ekonomi supaya mendapatkan keuntungan yang lebih besar, seperti faktor ketersedian tenaga kerja, faktor kedekatan dengan pasar, ketersediaan bahan baku, dan lain-lain.

III            PERUSAHAAN DAN LEMBAGA SOSIAL

Perusahaan adalah suatu unit kegiatan produksi yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat untuk membuka kesempatan kerja, pertimbangan politik dan upaya pengabdian kepada masyarakat dan tentunya mencari keuntungan maximal. 

* Tujuan Pendirian Perusahaan
Tujuan perusahaan merupakan penjabaran visi dan misi tentang hasil akhir optimal yang akan di capai perusahaan.
Tujuan pendirian perusahaan dibedakan menjadi dua yaitu:
a)      Tujuan Ekonomis yaitu Berkenaan dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya. Contoh : Menciptakan laba, pelanggan, keinginan konsumen, tenaga produk, kualitas, harga, kuantitas, pelanggan (inovatif).
b)     Tujuan sosial
Perusahaan memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia, faktor-faktor produksi, maupun masyarakat luas.

Tujuan Utama perusahaan yaitu memberi kepuasan kepada keinginan konsumen ataupun pelanggan.



Perusahaan Sebagai Suatu Sistem 
Sistem adalah satu kesatuan dari unit-unit yang saling berinteraksi secara langsung ataupun tidak untuk  mencapai tujuan tertentu.
a)      Kepada pemilik modal: pengelolaan keuangan dan kemajuan perusahaan.
b)      Kepada lembaga peneliti: membantu pendanaan.
c)      Kepada pekerja: membayar gaji dan memenuhi fasilitas kerja.
d)     Kepada konsumen: menyediakan barang dan jasa yang bagus.
e)      Kepada pemerintah: membayar pajak.
f)       Sebagai suatu kesatuan / unit.
g)      Sifatnya beragam.
h)      Saling bergantung satu sama lain.
i)        Bersifat Dinamis.


*Fungsi-Fungsi Perusahaan 
Ada dua fungsi perusahaan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan, yaitu:
a)      Fungsi Operasi, dan
b)      Fungsi Manajemen

* Ciri-Ciri Perusahaan
a)      Operatif: adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia / distribusi barang dan jasa.
b)      Koordinatif: koordinasi diperlukan bagi semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan perusahaan / tujuan bersama.
c)      Regular: keteraturan sangat dibutuhkan perusahaan untuk mencapai kesinambungan yang dapat mendukung aktivitas sehingga perusahaan dapat lebih maju
d)     Dinamis: perusahaan harus dapat meengikuti dan meyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.
e)      Formal: tunduk / taat kepada peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan pendirian perusahaan.
f)       Lokasi: perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas dan dapat menguntungkan.
g)      Pelayanan Bersyarat: keberhasilan perusahaan tersebut terhadap visi dan misi perusahaan dalam suatu kawasan tertentu.



IV            BERBAGAI MACAM LINGKUNGAN PERUSAHAAN DAN PENGARUHNYA  TERHADAP PERUSAHAAN

Lingkungan Perusahaan adalah keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya.

1)         Lingkungan Eksternal 
Lingkungan eksternal merupakan lingkungan yang tidak langsung berpengaruh terhadap kegiatan perusahaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel diluar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di dalam lingkungan sosial ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja (industri) organisasi. Variabel-variabel eksternal ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu ancaman dan peluang.
Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :
a)      Lingkungan eksternal makro, adalah lingkungan eksternal perusahaan yang tidak langsung berpengaruh terhadap kegiatan usaha.
Contoh :
·         Keadaan alam: SDA, lingkungan.
·         Politik dan hankam (pertahanan dan keamanan): kehidupan operasional perusahaan yang sangat terpengaruh oleh politik dan hankam negara dimana perusahaan berada .
·         Pendidikan dan kebudayaan.
·         Hubungan internasional.

b)     Lingkungan eksternal mikro, adalah lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh langsung terhadap kegiatan usaha.
Contoh :
·         Pemasok / supplier : menunjang kelangsungan operasi perusahaan.
·         Perantara, misalnya distributor dan pengecer yang berperan dalam pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen.
·         Teknologi: berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan metode, dll.
·         Pasar : sebagai sasaran perusahaan dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

2)      Lingkungan Internal
Lingkungan internal adalah faktor-faktor yang berada didalam kegiatan produksi dan langsung berpengaruh terhadap hasil produksi.
Contoh :
·         Tenaga kerja
·         Peralatan dan mesin
·         Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
·         Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
·         Sistem informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.


A.    Lingkungan Fisik, Energi, Dan Konservasi
a.      Ekologi
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang interaksi antara manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungannya. Hal ini terutama disebabkan oleh tiga faktor, yaitu:
·         Meningkatnya konsentrasi penduduk
·         Teknologi yang semakin berkembang
·         Meningkatnya kemakmuran ekonomi
b.      Polusi
Polusi merupakan pencemaran lingkungan dimana kita hidup didalamnya. Macam-macam polusi:
·         Polusi udara
·         Polusi air
·         Polusi sampah awet
c.       Energi Dan Konservasi
·         Meningatnya pengeluaran pemerintah: pemerintah membiayai pengeluarannya dari hasil pemungutan pajak. Alasan pemerintah menaikkan tarif pajak adalah untuk membiayai pengeluaran yang semakin lama semakin menigkat.
·         Penerimaan dan pengeluaran pemerintah: apabila pengeluaran pemerintah lebih besar dari jumlah penghasilannya (defisit) yang mengakibatkan pemerintah meminjam uang kepada bank dimana jumlah uang yang dipinjam pemerintah untuk menutup defisit disebut utang Negara.

B.     Lingkungan Hukum

Kegiatan perusahaan berada dalam lingkungan hukum yang mengaturnya dimana hukum di Indonesia terbagi atas dua, yaitu:
a.      Hukum Publik: mengatur masalah yang menyangkut masalah kepentingan umum.
b.      Hukum Privat: mengatur tentang masalah kepentingan pribadi.

C.    Lingkungan Pemerintah
a.       Perhatian pemerintah terhadap kegiatan usaha:
a)      Bantuan di bidang transportasi
b)      Bantuan pada perusahaan-perusahaan kecil
c)      Bantuan di bidang komunikasi
D.    Lingkungan Internasional
a.       Neraca pembayaran nasional: menunjukkan keadaan perekonomian internasional beberapa Negara.
b.      Perusahaan multinasional


V            PENDEKATAN DALAM MELIHAT BISNIS DAN LINGKUNGAN

Bisnis tidak terlepas dari aktivitas produksi, pembelian, penjualan, maupun pertukaran barang dan jasa yang melibatkan pihak lain. Aktivitas bisnis pada umumnya punya tujuan menghasilkan laba.
Pengolahan lingkungan terkait erat dengan bisnis maupun perdagangan global. Sertifikat sistem manajemen lingkungan ISO 14001 merupakan salah satu aspek lingkungan dengan bisnis dan perdagangan global.
Hubungan antar bisnis dengan lingkungan sangat erat. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akan tersingkir dari kancah persaingan bisnis. Hanya pengusaha yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumenlah yang mampu bertahan (buyer’s market atau pasar pembeli), yaitu keadaan dimana pembeli yang akan menentukan semuanya dan bukan penjual. Dalam hal ini berlaku suatu ungkapan “pembeli adalah raja”.
Dalam hal ini siapa yang berhasil mendekati konsumen, dialah yang akan bertahan dalam kancah persaingan bisnis. Oleh karena itu, pengusaha harus pandai melihat faktor lingkungan. Faktor yang sentral adalah masyarakat atau konsumen sedangkan pengusaha atau bisnisman mengelilinginya untuk melayani kebutuhan secara lebih baik sesuai dengan selera konsumen. Pandangan ini disebut “Consumer Oriented Approach” atau “pendekatan yang berorientasi konsumen”.




REFERENSI :
DR. Basu Swastha DH., SE., MBA. dan Ibnu Sukotjo W. SE. Pengantar Bisnis Modern. Yogyakarta: liberty Yogyakarta.
Buku Management Bisnis.
eadisty.blogspot.com/2011/11/pendekatan-dalam-melihat-bisnis.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar