Senin, 26 November 2012

tulisan_1


Hubungan antara pertumbuhan penduduk dengan lapangan pekerjaan dan kemiskinan
Nama/NPM         : Feby Dharma Pratiwi / 22212880
Kelas                   : 1 EB 18

Pertumbuhan Penduduk

Definisi 
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya. Misalnya pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun 1995 ke tahun 2000 adalah perubahan jumlah penduduk Indonesia dari tahun 1995 sampai 2000. Data lain menyebutkan, jumlah penduduk Indonesia terhitung 31 Desember 2010 mencapai 259.940.857 jiwa. Jumlah ini terdiri atas 132.240.055 laki-laki dan 127.700.802 perempuan. Data ini dikeluarkan oleh Departemen Dalam Negeri.
Jumlah Penduduk Indonesia 2012
Berangkat dari asumsi jumlah penduduk pada tahun 2010, jika kita menggunakan data pertumbuhan penduduk indonesia yang dikeluarkan oleh bank dunia, yakni 1.49% per tahun, maka jumlah penduduk indonesia tahun 2012 ini akan menjadi 244.775.796 jiwa. Jika rate pertumbuhan penduduk seperti ini terus berlanjut, maka pada tahun 2025 jumlah penduduk indonesia akan menembus angka 300 juta jiwa.
Oleh karena itu, jika penduduk disuatu negara bertambah maka akan mempengaruhi ketersediaan lapangan pekerjaan, pangan, dan papan. Dengan demikian akan terjadi kesenjangan ekonomi antara warga negara satu dengan yang lainnya yang tidak dapat dihindari lagi. Pertumbuhan penduduk semestinya juga diimbangi dengan penambahan fasilitas-fasilitas karena bila itu semua tidak terpenuhi akan mengakibatkan beberapa masalah yang amat serius, diantaranya yaitu masalah tingginya angka pengangguran, kemiskinan, banyak anak putus sekolah dan berbagai tindakan kejahatan serta kriminalitas di masyarakat luas.
Cara Menghitung pertumbuhan penduduk suatu wilayah

Rumus Pertumbuhan Geometrik, angka pertumbuhan penduduk ( rate of growth atau r ) sama untuk setiap tahun, rumusnya:   
Pt = Po(1+r)^t
Dimana:
P0        = jumlah penduduk awal
Pt         = jumlah penduduk t tahun kemudian
r           = tingkat pertumbuhan penduduk
t           = jumlah tahun dari 0 ke t.

Contoh dan Sumber Data
Untuk mengaplikasikan rumus petumbuhan penduduk secara geometric (Geometric Rate of Growth) diberikan contoh perhitungan dengan menggunakan data jumlah penduduk Indonesia 1995 dari hasil Survai Penduduk Antar Sensus (Supas) 1995 yakni 194,7 juta dan data jumlah penduduk 2000 dari hasil Sensus Penduduk (SP) 2000 yakni 205,8 juta. Dengan mengaplikasikan rumus di atas maka tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia tahun 1995-2000 adalah:
Pt = P2000        = 205.800.000
P0 = P1995       = 194.700.000 juta
t                       =  2000 - 1995 = 5 tahun
Bila data diatas kedalam rumus pertumbuhan geometrik, maka:
 205.800.000                                                 = 194.700.000 * ( 1+ r) 5
log (205.800.000 / 194.700.000)
 ---------------------------------------                      =  log (1+ r)
                            5                                       
0,0048                                                            =  log (1 + r)
10 0,048                                                            =  1 + r 
1,0111                                                            =   1  +  r 
r                                                                       =  0,0111

Interpretasi
Angka pertumbuhan penduduk Indonesia antara tahun 1995-2000 adalah 1,11 % per tahun. Artinya setiap tahun antara 1995 dengan tahun 2000 jumlah penduduk Indonesia bertambah sebesar 1,11 persen nya. Dengan angka pertumbuhan ini dapat dihitung perkiraan jumlah penduduk pada tahun yang akan datang.   
Faktor Pesatnya Pertumbuhan Penduduk
1. Kematian (Mortalitas)
Banyak sekali penyebab dari faktor kematian ini, biasanya dipengaruhi oleh usia, lingkungan sekitar / tempat tinggal dimana ada atau tidaknya sarana dan prasarana pendukung kehidupan misalkan makanan, kebersihan serta kesehatan. Selain faktor tersebut juga dapat dipengaruhi oleh kejadian luar biasa seperti bencana alam dan kejadian yang tidak terduga lainnya. Biasanya faktor ini hanya berprosentase rendah.
2. Kelahiran (Fertilitas)
Faktor kelahiran ini dapat dikatakan sebagai faktor penyebab utama pertumbuhan penduduk didunia karena rata-rata pertumbuhan penduduk adalah tingginya angka kelahiran dibandingkan angka kematian.

3. Migrasi
Migrasi adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya. Dalam banyak kasus, organisme bermigrasi untuk mencari sumber-cadangan-makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan makanan yang mungkin terjadi karena datangnya musim dingin atau karena kepadatan penduduk.  Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk yaitu mobilitas. Migrasi ini merupakan akibat dari keadaan lingkungan sekitar yang kurang menguntungkan bagi dirinya. Sebagai akibat dari kedadaan alam yang kurang menguntungkan menimbulkan terbatasnya sumberdaya yang mendukung penduduk didaerah tersebut.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perpindahan atau imigrasi, yaitu :
- Persediaan sumber alam
- Lingkungan sosial budaya
- Potensi ekonomi
- Alat masa depan
Secara garis besar kemampakan imigrasi di indonesia dibagi menjadi tiga, yaitu:
3.1 Urbanisasi (Perpindahan dari desa ke kota)
Para urbanit kebanyakan terdiri dari golongan umur muda yang sangat produktif serta inisiatif. Tingginya golongan muda yang melakukan perpindahan ke kota sangat mempengaruhi kondisi daerah asal yang akan mengakibatkan terhambatnya proses pembangunan didaerah asal.
3.2 Imigrasi Intergional (transmigrasi)
Di Indonesia  dilaksanakan oleh mereka yang berumur produktif dan kreatifitas tinggi. Hal tersebut memungkinkan tingginya angka pertumbuhan penduduk serta tingkat laju pembangungan diluar jawa. Di jakarta misalnya sebagai akibat adanya migrasi ini pertumbuhannya menjadi sangat pesat.
3.3 Migrasi antar Negara
Rata-rata migrasi jenis ini dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan ekonomi seorang imigran.
Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin mempunyai peran yang sagat penting hanya dapat mengetahui :
- Pertumbuhan penduduk disuatu daerah termasuk cepat lambat
- Rasio ketergantungan
- Jumlah wanita dalam usia subur
- Jumlah tenaga kerja yang tersedia
- Berdasarka tempat tinggal
- Bentuk paramida penduduk
Untuk mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah cepat atau lambat dapat dilihat dari bentuk piramida penduduk. Karena dengan melihat bentuk paramida penduduk akan diketahui mengenai perbandingan jumlah penduduk anak-anak, dewasa dan orang tua pada wilayah yang bersangkutan. Keadaan struktur atau komposisi penduduk yang berbeda-beda akan menunjukan bentuk piramida berbeda-beda pula.
Ada tiga jenis struktur penduduk
1. Piramida Penduduk Muda
Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian. Bentuk ini umumnya kita jumpai pada negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia dan Malaysia.
2. Piramida Stationer
Bentuk piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Piramida penduduk yang berbentuk sistem ini terdapat pada negara-negara maju seperti Swedia dan Belada.
3. Piramida Penduduk Tua
Bentuk ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu negara bisa kekurangan penduduk. Negara yang piramidanya seperti ini adalah Jerman dan Inggris.
Jadi, untuk mengendalikan jumlah penduduk di indonesia ini perlu diakukan dengan prigram-program terpadu. digalangkan kembali mengenai program Keluarga Berencana (KB) dengan slogannya “Dua Anak Cukup” atau dengan beraneka macam sosialisasi yang lain. Karena bila pertumbuhan penduduk ini tidak terkendali maka akan terjadi lonjakan penduduk yang akan mengakibatkan timbulnya masalah-masalah baru diantaranya yaitu masalah kemiskinan, pengangguran serta tingkat kriminalatis dan yang paling utama adalah kepadatan penduduk membuat kondisi perkotaan menjadi carut marut. Baik di program perumahannya adau program transportasinya.
Kemiskinan
Kemiskinan merupakan keadaan dimana terjadinya ketidakmampuan dalam pemenuhan kebutuhan dasar, seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar atau sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan disebut sebagai masalah sosial, dimana sebagian besar masalah kejahatan baik secara langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan kemiskinan. Kasus-kasus seperti pencurian dan perampokan misalnya, terkait langsung dengan kemiskinan, sedangkan kasus-kasus seperti pengangguran dan kondisi kesehatan yang buruk dengan segala konsekwensinya terkait secara tidak langsung dengan kemiskinan, karena masyarakat miskin tidak mampu mendapatkan pendidikan yang memadai dan makanan yang bergizi.
Potret kemiskinan di Indonesia banyak diwarnai dengan adanya urbanisasi sebagai akibat dari ssemakin  banyaknya jumlah penduduk. Akan tetapi, pertambahan jumlah penduduk ini tidak diimbangi dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang memadai, akibatnya pengangguranpun semakin banyak dan meningkat. Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah, dan sempitnya kesempatan kerja merupakan salah satu akar permasalahan dalam kemiskinan. Malthus, seorang  cendikiawan menyatakan bahwa jika pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan, maka suatu saat nanti sumber daya alam akan habis.  Sehingga muncul wabah penyakit, kelaparan, dan berbagai macam penderitaan manusia.
Mengurangi kemiskinan merupakan salah satu tujuan dari pembangunan ekonomi. Kemiskinan merupakan persoalan multidimensi  yang kompleks dan menjadi tolak ukur keberhasilan pembangunan. GBHN menyatakan secara eksplisit bahwa pembangunan ekonomi merupakan salah satu bagian penting dalam pembangunan nasional. Pembangunan ekonomi diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang dilakukan suatu Negara untuk mengembangkan suatu kegiatan ekonomi dan taraf hidup masyarakatnya. Pembangunan daerah adalah suatu proses dimana ppemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sector swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi dalam wilayah tersebut.
Pengangguran
Pengangguran adalah orang yang tidak mempunyai pekerjaan, sedang mencari pekerjaan, atau sedang mempersiapkan suatu usaha baru.
1.    Tingkat Pengangguran
Tingkat pengangguran adalah perbandingan antara jumlah penganggur dan jumlah angkatan kerja dalam kurun waktu tertentu yang dinyatakan dalam bentuk presentase.
2.    Jenis pengangguran dan penyebabnya

a)    Jenis pengangguran menurut faktor penyebab terjadinya
ü  Pengangguran konjungtur/siklis (cyclical unemployment), yaitu pengangguran yang berkaitan dengan turunnya kegiatan perekonomian suatu negara.
ü  Pengangguran structural, yaitu pengangguran yang terjadi karena perubahan struktur atau perubahan komposisi perekonomian.
ü  Pengangguran friksional, yaitu pengangguran yang terjadi karena kesulitan temporer dalam mempertemukan pemberi kerja dan pelamar kerja.
ü  Pengangguran musiman, yaitu pengangguran yang terjadi karena pergantian musim.

b)   Jenis pengangguran menurut lama waktu kerja
ü  Pengangguran terbuka (open unemployment), yaitu situasi dimana orang sama sekali tidak bekerja dan berusaha mencari pekerjaan.
ü  Setengah menganggur (underemployment), yaitu situasi orang dimana orang bekerja,tapi tenaganya kurang termanfaatkan diukur dari curahan jam kerja,produktivitas kerja dan penghasilan yang diperoleh.
ü  Pengangguran terselubung (disguised unemployment), yaitu pengangguran yang terjadi karena tenaga kerja tidak bekerja secara optimal.kondisi ini disebabkan adanya ketidaksesuaian antara pekerjaan dengan bakat dan kemampuannya.
           
Usaha Peningkatan Mutu Tenaga Kerja
1.      Pemerintah
Upaya pemerintah untuk menigkatkan mutu tenaga kerja antara lain dengan mendirikan berbagai pusat latihan kerja.
2.      Pihak swasta (perusahaan)
Upaya pihak swasta untuk meningkatkan mutu tenaga kerja adalah bekerja sama dengan sekolah atau kampus.
3.      Individu
·         Membekali diri dengan berbagai hal yang dikehendaki oleh perusahaan
·         Menanam jiwa wirausaha

Hubungan Jumlah Penduduk,Tenaga Kerja,Dan
Kesempatan Kerja
Jumlah penduduk adalah banyaknya orang yang mendiami suatu wilayah negara. Penduduk suatu negara dapat dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok penduduk usia kerja (tenaga kerja) dan kelompok  penduduk bukan usia kerja.
a)    penduduk usia kerja (tenaga kerja) adalah penduduk yang berumur 15 tahun keatas untuk negara – negara berkembang seperti Indonesia. Sedangkan dinegara maju, penduduk usia kerja (tenaga kerja) adalah penduduk yang berumur antara 15 hingga 64 tahun. Pada zaman Belanda, yang disebut penduduk usia kerja adalah mereka yang berumur 10 hingga 65 tahun.namun,dewasa ini usia kerja tersebut telah diubah menjadi mereka yang berumur 15 tahun keatas sejak diberlakukannya wajib belajar 9 tahun pada tahun 1995.
b)   Penduduk bukan usia kerja adalah penduduk yang berumur 0 hingga 14 tahun,untuk negara berkembang seperti Indonesia. Sedangkan untuk negara maju, penduduk bukan usia kerja adalah mereka yang berumur 0 hingga 14 tahun dan mereka yang berumur 64 tahun keatas.
Tenaga kerja dapat pula kita bagi dalam dua kelompok,yakni kelompok angkatan kerja dan kelompok bukan angkatan kerja.
a)    Angkatan kerja adalah penduduk dalam usia kerja(15 tahun keatas), baik yang bekerja maupun yang tidak bekerja.kelompok ini biasa disebut sebagai kelompok usia produktif. Namun, tidak semua angkatan kerja dalam suatu negara mendapat kesempatan bekerja.mereka inilah yang disebut penganggur.
b)   Penganggur adalah penduduk yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, atau sedang mempersiapkan suatu usaha baru.
c)    Kesempatan kerja adalah tersedianya lapangan kerja bagi angkatan kerja yang membutuhkan pekerjaan.


Hubungan Pertumbuhan Penduduk Dengan Lapangan Kerja Dan Kemiskinan
Berdasarkan penjelasan seperti diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa untuk mengendalikan jumlah penduduk di indonesia ini perlu dilakukan dengan program-program terpadu. Digalangkan kembali mengenai program Keluarga Berencana (KB) dengan slogannya “Dua Anak Cukup” atau dengan beraneka macam sosialisasi yang lain. Karena bila pertumbuhan penduduk ini tidak terkendali maka akan terjadi lonjakan penduduk yang akan mengakibatkan timbulnya masalah-masalah baru diantaranya yaitu masalah kemiskinan, pengangguran serta tingkat kriminalatis dan yang paling utama adalah kepadatan penduduk membuat kondisi perkotaan menjadi carut marut.
Dimana pertumbuhan penduduk yang berlebihan akan menimbulkan dampak, antara lain :
·         Kerusakan lingkungan
·         Kemiskinan
·         Kriminalitas
·         Krisis pangan
·         Krisis kesehatan
Dengan begitu, semakin bertambahnya jumlah penduduk suatu Negara, jika tidak disediakan lapangan kerja yang memadai maka akan sangat berpengaruh kepada perekonomian Negara itu sendiri. Akan ada banyak sekali masalah yang di timbulkan seperti perampokan, pencurian, pengangguran yang akhirnya akan berujung pada kemiskinan.
Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar