Hubungan antara pertumbuhan penduduk dengan lapangan pekerjaan dan
kemiskinan
Nama/NPM : Feby Dharma Pratiwi / 22212880
Kelas : 1 EB 18
Pertumbuhan Penduduk
|
Definisi
Pertumbuhan
penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada
waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya. Misalnya pertumbuhan penduduk
Indonesia dari tahun 1995 ke tahun 2000 adalah perubahan jumlah penduduk
Indonesia dari tahun 1995 sampai 2000. Data lain menyebutkan, jumlah
penduduk Indonesia
terhitung 31 Desember 2010 mencapai 259.940.857
jiwa. Jumlah ini terdiri atas 132.240.055
laki-laki dan 127.700.802
perempuan. Data ini dikeluarkan oleh Departemen Dalam Negeri.
Jumlah
Penduduk Indonesia 2012
Berangkat
dari asumsi jumlah penduduk pada tahun 2010, jika kita menggunakan data
pertumbuhan penduduk indonesia yang dikeluarkan oleh bank dunia, yakni 1.49% per tahun, maka jumlah
penduduk indonesia tahun 2012 ini akan menjadi 244.775.796 jiwa. Jika rate pertumbuhan penduduk
seperti ini terus berlanjut, maka pada tahun 2025 jumlah penduduk indonesia akan menembus angka 300 juta jiwa.
Oleh
karena itu, jika penduduk disuatu negara bertambah maka akan mempengaruhi
ketersediaan lapangan pekerjaan, pangan, dan papan. Dengan demikian akan
terjadi kesenjangan ekonomi antara warga negara satu dengan yang lainnya yang
tidak dapat dihindari lagi. Pertumbuhan penduduk semestinya juga diimbangi
dengan penambahan fasilitas-fasilitas karena bila itu semua tidak terpenuhi
akan mengakibatkan beberapa masalah yang amat serius, diantaranya yaitu
masalah tingginya angka pengangguran, kemiskinan, banyak anak putus sekolah
dan berbagai tindakan kejahatan serta kriminalitas di masyarakat luas.
Cara
Menghitung pertumbuhan penduduk suatu wilayah
Rumus Pertumbuhan Geometrik, angka pertumbuhan penduduk ( rate
of growth atau r ) sama untuk setiap tahun, rumusnya:
Pt = Po(1+r)^t
Dimana:
P0 = jumlah penduduk awal
Pt = jumlah penduduk t tahun kemudian
r =
tingkat pertumbuhan penduduk
t =
jumlah tahun dari 0 ke t.
Contoh dan Sumber Data
Untuk mengaplikasikan rumus petumbuhan penduduk secara
geometric (Geometric Rate of Growth) diberikan contoh perhitungan
dengan menggunakan data jumlah penduduk Indonesia 1995 dari hasil Survai
Penduduk Antar Sensus (Supas) 1995 yakni 194,7 juta dan data jumlah penduduk
2000 dari hasil Sensus Penduduk (SP) 2000 yakni 205,8 juta. Dengan
mengaplikasikan rumus di atas maka tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia
tahun 1995-2000 adalah:
Pt = P2000 = 205.800.000
P0 = P1995 = 194.700.000 juta t = 2000 - 1995 = 5 tahun
Bila data diatas kedalam rumus pertumbuhan geometrik, maka:
205.800.000 =
194.700.000 * ( 1+ r) 5
log (205.800.000 / 194.700.000)
--------------------------------------- = log (1+ r) 5
0,0048 =
log (1 + r)
10 0,048 =
1 + r
1,0111 =
1 + r
r =
0,0111
Interpretasi
Angka pertumbuhan penduduk Indonesia antara tahun
1995-2000 adalah 1,11 % per tahun. Artinya setiap tahun antara 1995 dengan
tahun 2000 jumlah penduduk Indonesia bertambah sebesar 1,11 persen nya.
Dengan angka pertumbuhan ini dapat dihitung perkiraan jumlah penduduk pada
tahun yang akan datang.
Faktor Pesatnya Pertumbuhan Penduduk
1. Kematian (Mortalitas)
Banyak
sekali penyebab dari faktor kematian ini, biasanya dipengaruhi oleh usia,
lingkungan sekitar / tempat tinggal dimana ada atau tidaknya sarana dan prasarana
pendukung kehidupan misalkan makanan, kebersihan serta kesehatan. Selain
faktor tersebut juga dapat dipengaruhi oleh kejadian luar biasa seperti
bencana alam dan kejadian yang tidak terduga lainnya. Biasanya faktor ini
hanya berprosentase rendah.
2. Kelahiran
(Fertilitas)
Faktor
kelahiran ini dapat dikatakan sebagai faktor penyebab utama pertumbuhan
penduduk didunia karena rata-rata pertumbuhan penduduk adalah tingginya angka
kelahiran dibandingkan angka kematian.
3. Migrasi
Migrasi
adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu tempat ke tempat
lainnya. Dalam banyak kasus, organisme bermigrasi untuk mencari
sumber-cadangan-makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan makanan yang
mungkin terjadi karena datangnya musim dingin atau karena kepadatan
penduduk. Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk
yaitu mobilitas. Migrasi ini
merupakan akibat dari keadaan lingkungan sekitar yang kurang menguntungkan
bagi dirinya. Sebagai akibat dari kedadaan alam yang kurang menguntungkan
menimbulkan terbatasnya sumberdaya yang mendukung penduduk didaerah tersebut.
Faktor-faktor yang
menyebabkan terjadinya perpindahan atau imigrasi, yaitu :
-
Persediaan sumber alam
-
Lingkungan sosial budaya
-
Potensi ekonomi
-
Alat masa depan
Secara
garis besar kemampakan imigrasi di
indonesia dibagi menjadi tiga, yaitu:
3.1 Urbanisasi
(Perpindahan dari desa ke kota)
Para
urbanit kebanyakan terdiri dari golongan umur muda yang sangat produktif
serta inisiatif. Tingginya golongan muda yang melakukan perpindahan ke kota
sangat mempengaruhi kondisi daerah asal yang akan mengakibatkan terhambatnya
proses pembangunan didaerah asal.
3.2 Imigrasi Intergional
(transmigrasi)
Di
Indonesia dilaksanakan oleh mereka yang berumur produktif dan kreatifitas
tinggi. Hal tersebut memungkinkan tingginya angka pertumbuhan penduduk serta
tingkat laju pembangungan diluar jawa. Di jakarta misalnya sebagai akibat
adanya migrasi ini pertumbuhannya menjadi sangat pesat.
3.3 Migrasi antar Negara
Rata-rata
migrasi jenis ini dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan ekonomi seorang
imigran.
Komposisi
penduduk menurut umur dan jenis kelamin mempunyai peran yang sagat penting
hanya dapat mengetahui :
-
Pertumbuhan penduduk disuatu daerah termasuk cepat lambat
-
Rasio ketergantungan
-
Jumlah wanita dalam usia subur
-
Jumlah tenaga kerja yang tersedia
-
Berdasarka tempat tinggal
-
Bentuk paramida penduduk
Untuk
mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah cepat atau lambat dapat dilihat
dari bentuk piramida penduduk.
Karena dengan melihat bentuk paramida penduduk akan diketahui mengenai
perbandingan jumlah penduduk anak-anak, dewasa dan orang tua pada wilayah
yang bersangkutan. Keadaan struktur atau komposisi penduduk yang berbeda-beda
akan menunjukan bentuk piramida berbeda-beda pula.
Ada
tiga jenis struktur penduduk
1. Piramida Penduduk Muda
Piramida
ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang.
Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian. Bentuk ini
umumnya kita jumpai pada negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia
dan Malaysia.
2. Piramida Stationer
Bentuk
piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat
kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Piramida penduduk yang
berbentuk sistem ini terdapat pada negara-negara maju seperti Swedia dan
Belada.
3. Piramida Penduduk Tua
Bentuk
ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan
tingkat kematian kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria
besar, maka suatu negara bisa kekurangan penduduk. Negara yang piramidanya
seperti ini adalah Jerman dan Inggris.
Jadi, untuk mengendalikan jumlah
penduduk di indonesia ini perlu diakukan dengan prigram-program terpadu.
digalangkan kembali mengenai program Keluarga Berencana (KB) dengan slogannya
“Dua Anak Cukup” atau dengan beraneka macam sosialisasi yang lain. Karena
bila pertumbuhan penduduk ini tidak terkendali maka akan terjadi lonjakan
penduduk yang akan mengakibatkan timbulnya masalah-masalah baru diantaranya
yaitu masalah kemiskinan, pengangguran serta tingkat kriminalatis dan yang
paling utama adalah kepadatan penduduk membuat kondisi perkotaan menjadi
carut marut. Baik di program perumahannya adau program transportasinya.
Kemiskinan
Kemiskinan merupakan keadaan dimana
terjadinya ketidakmampuan dalam pemenuhan kebutuhan dasar, seperti makanan,
pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan dapat
disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar atau sulitnya akses terhadap
pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan disebut sebagai masalah sosial, dimana
sebagian besar masalah kejahatan baik secara langsung maupun tidak langsung berkaitan
dengan kemiskinan. Kasus-kasus seperti pencurian dan perampokan misalnya,
terkait langsung dengan kemiskinan, sedangkan kasus-kasus seperti
pengangguran dan kondisi kesehatan yang buruk dengan segala konsekwensinya
terkait secara tidak langsung dengan kemiskinan, karena masyarakat miskin
tidak mampu mendapatkan pendidikan yang memadai dan makanan yang bergizi.
Potret kemiskinan di Indonesia banyak
diwarnai dengan adanya urbanisasi sebagai akibat dari ssemakin banyaknya jumlah penduduk. Akan tetapi,
pertambahan jumlah penduduk ini tidak diimbangi dengan penyediaan lapangan
pekerjaan yang memadai, akibatnya pengangguranpun semakin banyak dan
meningkat. Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah, dan sempitnya
kesempatan kerja merupakan salah satu akar permasalahan dalam kemiskinan. Malthus,
seorang cendikiawan menyatakan bahwa
jika pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan, maka suatu saat nanti sumber
daya alam akan habis. Sehingga muncul
wabah penyakit, kelaparan, dan berbagai macam penderitaan manusia.
Mengurangi kemiskinan merupakan salah satu
tujuan dari pembangunan ekonomi. Kemiskinan merupakan persoalan
multidimensi yang kompleks dan menjadi
tolak ukur keberhasilan pembangunan. GBHN menyatakan secara eksplisit bahwa
pembangunan ekonomi merupakan salah satu bagian penting dalam pembangunan
nasional. Pembangunan ekonomi diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang
dilakukan suatu Negara untuk mengembangkan suatu kegiatan ekonomi dan taraf
hidup masyarakatnya. Pembangunan daerah adalah suatu proses dimana
ppemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola sumber daya yang ada dan
membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sector swasta
untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan
kegiatan ekonomi dalam wilayah tersebut.
|
Pengangguran
Pengangguran adalah orang
yang tidak mempunyai pekerjaan, sedang mencari pekerjaan, atau sedang
mempersiapkan suatu usaha baru.
1. Tingkat
Pengangguran
Tingkat
pengangguran adalah perbandingan antara jumlah penganggur dan jumlah angkatan
kerja dalam kurun waktu tertentu yang dinyatakan dalam bentuk presentase.
2. Jenis
pengangguran dan penyebabnya
a)
Jenis pengangguran menurut faktor
penyebab terjadinya
ü Pengangguran
konjungtur/siklis (cyclical unemployment), yaitu pengangguran
yang berkaitan dengan turunnya kegiatan perekonomian suatu negara.
ü Pengangguran structural,
yaitu pengangguran yang terjadi karena perubahan struktur atau
perubahan komposisi perekonomian.
ü Pengangguran friksional,
yaitu pengangguran yang terjadi karena kesulitan temporer dalam
mempertemukan pemberi kerja dan pelamar kerja.
ü Pengangguran musiman, yaitu pengangguran
yang terjadi karena pergantian musim.
b)
Jenis pengangguran menurut lama waktu
kerja
ü Pengangguran terbuka (open unemployment), yaitu situasi
dimana orang sama sekali tidak bekerja dan berusaha mencari pekerjaan.
ü Setengah menganggur (underemployment), yaitu situasi
orang dimana orang bekerja,tapi tenaganya kurang termanfaatkan diukur dari
curahan jam kerja,produktivitas kerja dan penghasilan yang diperoleh.
ü Pengangguran terselubung (disguised unemployment), yaitu pengangguran
yang terjadi karena tenaga kerja tidak bekerja secara optimal.kondisi ini
disebabkan adanya ketidaksesuaian antara pekerjaan dengan bakat dan
kemampuannya.
Usaha Peningkatan Mutu Tenaga Kerja
1.
Pemerintah
Upaya
pemerintah untuk menigkatkan mutu tenaga kerja antara lain dengan mendirikan
berbagai pusat latihan kerja.
2.
Pihak swasta (perusahaan)
Upaya
pihak swasta untuk meningkatkan mutu tenaga kerja adalah bekerja sama dengan
sekolah atau kampus.
3.
Individu
·
Membekali diri dengan berbagai hal yang
dikehendaki oleh perusahaan
·
Menanam jiwa wirausaha
Hubungan Jumlah Penduduk,Tenaga Kerja,Dan
Kesempatan Kerja
Jumlah
penduduk adalah banyaknya orang yang mendiami suatu wilayah
negara. Penduduk suatu negara dapat dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok penduduk usia kerja (tenaga kerja)
dan kelompok penduduk bukan usia kerja.
a)
penduduk
usia kerja
(tenaga kerja) adalah penduduk yang berumur 15 tahun keatas
untuk negara – negara berkembang seperti Indonesia. Sedangkan dinegara maju, penduduk
usia kerja (tenaga kerja) adalah penduduk yang berumur antara 15 hingga 64
tahun. Pada zaman Belanda, yang disebut penduduk usia kerja adalah mereka yang
berumur 10 hingga 65 tahun.namun,dewasa ini usia kerja tersebut telah diubah
menjadi mereka yang berumur 15 tahun keatas sejak diberlakukannya wajib belajar
9 tahun pada tahun 1995.
b)
Penduduk
bukan usia kerja adalah penduduk yang berumur
0 hingga 14 tahun,untuk negara berkembang seperti Indonesia. Sedangkan untuk
negara maju, penduduk bukan usia kerja adalah mereka yang berumur 0 hingga 14
tahun dan mereka yang berumur 64 tahun keatas.
Tenaga kerja
dapat pula kita bagi dalam dua kelompok,yakni kelompok angkatan kerja dan kelompok bukan angkatan kerja.
a)
Angkatan
kerja adalah
penduduk dalam usia kerja(15 tahun keatas), baik yang bekerja maupun yang tidak
bekerja.kelompok ini biasa disebut sebagai kelompok usia produktif. Namun, tidak
semua angkatan kerja dalam suatu negara mendapat kesempatan bekerja.mereka
inilah yang disebut penganggur.
b)
Penganggur
adalah
penduduk yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, atau sedang
mempersiapkan suatu usaha baru.
c)
Kesempatan
kerja adalah tersedianya lapangan kerja bagi angkatan kerja
yang membutuhkan pekerjaan.
Hubungan Pertumbuhan Penduduk Dengan
Lapangan Kerja Dan Kemiskinan
Berdasarkan
penjelasan seperti diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa untuk mengendalikan
jumlah penduduk di indonesia ini perlu dilakukan dengan program-program
terpadu. Digalangkan kembali mengenai program Keluarga Berencana (KB) dengan
slogannya “Dua Anak Cukup” atau dengan beraneka macam sosialisasi yang lain.
Karena bila pertumbuhan penduduk ini tidak terkendali maka akan terjadi
lonjakan penduduk yang akan mengakibatkan timbulnya masalah-masalah baru
diantaranya yaitu masalah kemiskinan, pengangguran serta tingkat kriminalatis
dan yang paling utama adalah kepadatan penduduk membuat kondisi perkotaan
menjadi carut marut.
Dimana
pertumbuhan penduduk yang berlebihan akan menimbulkan dampak, antara lain :
·
Kerusakan
lingkungan
·
Kemiskinan
·
Kriminalitas
·
Krisis
pangan
·
Krisis
kesehatan
Dengan
begitu, semakin bertambahnya jumlah penduduk suatu Negara, jika tidak
disediakan lapangan kerja yang memadai maka akan sangat berpengaruh kepada
perekonomian Negara itu sendiri. Akan ada banyak sekali masalah yang di
timbulkan seperti perampokan, pencurian, pengangguran yang akhirnya akan
berujung pada kemiskinan.
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar