Sabtu, 06 April 2013

tulisan perekonomian indonesia 1


feby dharma pratiwi / 22212880 / 1eb18

KERUPUK ALPUKAT KAYA GIZI




       I.            PENDAHULUAN
Saat ini, di Indonesia sedang marak-maraknya kegiatan masyarakat yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, salah satunya adalah dengan membuat UKM. Disamping itu, UKM juga dapat meningkatkan perekonomian Indonesia, sehingga dapat pula membantu pemerintah dalam meningkatkan PDB-nya. UKM di Indonesia sangat banyak sekali macam dan jenis usaha serta produknya, misalnya usaha konveksi baju rumahan, makanan ringan, kerajinan tangan, dsb. Disini, saya tertarik untuk membahas tentang UKM yang dilakukan oleh masyarakat Lampung Barat, yaitu dengan memanfaatkan buah alpukat yang melimpah di daerahnya untuk dijadikan makanan ringan dan bahkan oleh-oleh bagi para pelancong. Buah alpukat ini diolah menjadi kerupuk alpukat yang enak. Karena saya pribadi pun sangat menyukai buah yang satu ini, dan terdengar unik, aneh, juga kelihatannya menarik, saya pun membahasnya dalam tulisan yang saya buat dibawah ini.


   II.            ISI
Di Indonesia, UKM selalu digambarkan sebagai sektor yang mempunyai peranan yang penting, karena sebagian besar jumlah penduduknya berpendidikan rendah dan hidup dalam kegiatan usaha kecil baik disektor tradisional maupun modern.
Di Propinsi Lampung, bidang pertanian berkembang sangat pesat, dan pemerintahpun telah menggalakkan bidang pertanian, khususnya tanaman holtikultura (Tanaman Buah). Salah satu tanaman buah yang banyak di temui di Lampung Barat adalah tanaman “Alpukat” yang dapat berkembang pesat  karena suhu udara di daerah tersebut agak dingin dengan curah hujan lebih banyak sehingga semakin menyuburkan tanah.
Alpukat sangat kaya akan protein, riboflavin (vitamin B2), niasin (vitamin B3), potasium (kalium), dan vitamin C. Selain itu, alpukat juga mengandung lemak tak jenuh yang cukup tinggi yang berdampak positif bagi tubuh dan dapat juga digunakan dalam pembuatan sabun dan kosmetik.
Berlimpahnya buah alpukat di Lampung Barat, menjadi salah satu peluang usaha yang baik untuk di kembangkan, salah satunya adalah dengan menciptakan dan mengkreasikannya menjadi olahan pangan yang mampu di jual di pasaran, yakni Kerupuk Alpukat.
Pembuatan  kerupuk alpukat ini cukup mudah, alpukat yang dianjurkan yakni jenis alpukat “Mentega”, karena jenis alpukat ini memilki kultur daging yang tebal, gurih dan manis, sehingga saat buah tersebut diolah menjadi kerupuk, rasa yang akan dihasilkan sangat khas.
Peluang industri seperti ini, seharusnya dapat ditangkap dan dikembangkan masyarakat, ataupun kelompok Usaha Kecil Menengah, sebab dari rasa dan tampilannya, kerupuk alpukat mampu bersaing menjadi produk pasar, yang memilki nilai ekonomis yang tinggi.
Kerupuk alpukat ini, dapat menjadi pilihan terbaik bagi pelakon UKM untuk mengembangkannya, sehingga dari usaha yang dirintis tersebut mampu mendatangkan penghasilan tambahan dan mampu menopang hidup. Selain itu, kegiatan ini dilakukan agar alpukat yang berlimpah dapat dimanfaatkan secara maksimal. Ide pembuatan kerupuk alpukat berawal dari uji coba beberapa masyarakat karena berlimpahnya alpukat yang ada dan menjadi potensi unggulan daerah, masyarakat tersebut mencoba mengkreasikan dan mempraktekkan langsung.
Produk ini nantinya akan mampu memberikan sumbangan bagi masyarakat yang melakoni usaha industri pengolahan makanan, sehingga Lampung Barat akan menjadi daerah penghasil produk makanan yang unik. 



 III.            PENUTUP
Alpukat adalah salah satu tanaman holtikultura yang mudah sekali di dapatkan dan di temui di daerah yang suhu udaranya agak dingin dengan curah hujan lebih banyak sehingga semakin menyuburkan tanah, seperti di Lampung Barat yang keberadaan buah alpukatnya sangat berlimpah. Di sana, alpukat sudah di kembangkan menjadi olahan makanan ringan, yaitu kerupuk alpukat yang enak dan gurih. Selain rasanya, alpukat sangat kaya akan protein, riboflavin (vitamin B2), niasin (vitamin B3), potasium (kalium), dan vitamin C, serta mengandung lemak tak jenuh yang baik bagi tubuh. Alpukat juga sering digunakan dalam pembuatan sabun dan kosmetik.

IV.            DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar