KRISIS EKONOMI
I.
PENDAHULUAN
Krisis ekonomi adalah suatu hal yang dialami setiap Negara
yang ada di dunia. Hal ini adalah dinamika kehidupan ekonomi yang tidak tetap
perubahannya. Kadang sistem ekonomi dunia naik, kadang sistem ekonomi dunia merosot
drastis. Ini menyebabkan gejolak besar bagi kehidupan ekonomi seluruh dunia,
tak terkecuali Indonesia. Saya memilih tema “Krisis Ekonomi” ini, karena saya
tertarik untuk mengulasnya, dimana salah satu dampaknya juga saya rasakan.
Contohnya pada saat harga bawang kemarin naik, yang merupakan dampak dari suatu
krisis ekonomi yang sedang berlangsung di Indonesia, khususnya.
II.
ISI
Suatu perubahan ekonomi dapat menjelma menjadi suatu
krisis ekonomi. Dilihat dari prosesnya, krisis ekonomi mempunyai dua sifat yang
berbeda. Pertama, krisis ekonomi yang
terjadi secara mendadak yang biasa disebut sebagai goncangan ekonomi tak
terduga. Kedua, krisis ekonomi yang
terjadi secara tidak mendadak, dimana prosesnya melewati suatu proses akumulasi
yang cukup panjang, seperti yang terjadi di dalam periode 2008-2009 lalu.
Tipe krisis ekonomi
yang sudah pernah terjadi dan mungkin akan terjadi lagi dimasa mendatang adalah
sebagai berikut :
A.
Krisis
Produksi
Krisis
produksi merupakan tipe krisis ekonomi yang terjadi di dalam negeri. Krisis ini
bisa terjadi dalam bentuk penurunan produksi domestic secara mendadak, misalnya
di bidang pertanian. Penurunan produksi domestic yang terjadi dalam bidang
pertanian ini akan berakibat langsung pada penurunan tingkat pendapatan riil dari
para petani dan buruh tani padi. Sebagai salah satu efek yang terpenting adalah
jika produksi padi berkurang dan pemerintah meniadakan kegiatan inpor padi,
maka keadaan ini akan menimbulkan suatu krisis pangan yang bisa berakhir pada
kerusuhan social dan bahkan krisis politik.
B.
Krisis
Perbankan
Dampak
langsung yang ditimbulkan dari krisis ini adalah kesempatan kerja dan
pendapatan yang menurun di setiap subsector keuangan yang ada. Dalam tipe
krisis ekonomi ini, jalur transmisi yang paling utama adalah pada tingkat
kemiskinan yaitu perubahan arus kredit dari perbankan ke dunia usaha atau
tingkat suku bunga pinjaman, volume produksi (output), jumlah kesempatan kerja,
dan tingkat pendapatan masyarakat. Kelompok masyarakat yang rentan terhadap
krisis ini adalah masyarakat menengah atas seperti pegawai dan pemilik bank.
C.
Krisis
Nilai Tukar
Suatu
perubahan kurs mata uang akan dianggap krisis apabila kurs dari mata uang
tersebut mengalami penurunan (depresiasi) yang sangat besar yang prosesnya
mendadak atau berlangsung secara terus-menerus yang membentuk sebuah trend yang
meningkat, misalnya rupiah per satu dolar AS.
D.
Krisis
Perdagangan
Dalam
jalur perdagangan, ada dua sub-jalur, yaitu ekspor dan impor barang / jasa.
Dalam bidang ekspor, suatu krisis bagi Negara eksportir bisa terjadi baik
karena harga di pasar internasional dari komoditas yang diekspor turun drastis
atau permintaan atas komoditas tersebut mengalami penurunan secara signifikan.
Dalam kasus ini, kelompok yang paling rentan adalah petani, buruh tani, dan
perusahaan-perusahaan eksportir, termasuk pekerja dan keluarga mereka.
Perubahan yang terjadi adalah perubahan dalam ekspor, output, pendapatan, dan
kesempatan kerja. Dalam hal impor, suatu kenaikan harga dunia yang signifikan
atau suatu penurunan secara tiba-tiba dan dalam jumlah yang besar darii
persediaan dunia untuk suatu komoditas yang diperdagangkan di pasar global.
Kelompok masyarakat yang paling rentan adalah perusahaan yang bergantung pada
minyak sebagai sumber energy dan bahan baku, sector-sektor atau perusahaan
terkait. Perubahan yang terjadi adalah output, inflasi, dan kesempatan kerja.
E.
Krisis
Modal
Suatu
krisis ekonomi yang terjadi karena adanya penghentian bantuan serta pinjaman
luar negeri. Perubahan yang terjadi adalah dalam bentuk investasi, volume
produksi, dan jumlah tenaga kerja yang bekerja. Kelompok masyarakat yang paling
rentan bisa dialami oleh kelompok masyarakat miskin, ataupun non-miskin,
tergantung pada sector yang paling dirugikan.
Beberapa
Solusi Mengatasi Krisis Ekonomi Oleh Pemerintah Republik Indonesia
Presiden
menegaskan 10 langkah yang harus ditempuh semua pihak untuk menghadapi krisis
ekonomi yang terjadi, antara lain :
- Presiden mengajak semua pihak untuk terus memupuk rasa optimisme dan saling bekerjasama sehingga bisa tetap menjaga kepercayaan masyarakat.
- Pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen harus terus dipertahankan antara lain dengan terus mencari peluang ekspor dan investasi serta mengembangkan perekonomian domestik.
- Optimalisasi APBN untuk terus memacu pertumbuhan dengan tetap memperhatikan `social safety net` dengan sejumlah hal yang harus diperhatikan yaitu infrastruktur, alokasi penanganan kemiskinan, ketersediaan listrik serta pangan dan BBM. Untuk itu perlu dilakukan efisiensi penggunaan anggaran APBN maupun APBD khususnya untuk peruntukan konsumtif.
- Ajakan pada kalangan dunia usaha untuk tetap mendorong sektor riil dapat bergerak. Bila itu dapat dilakukan maka pajak dan penerimaan negara bisa terjaga dan juga tenaga kerja dapat terjaga. Sementara Bank Indonesia dan perbankan nasional harus membangun sistem agar kredit bisa mendorong sektor riil. Di samping itu, masih menurut Kepala Negara, pemerintah akan menjalankan kewajibannya untuk memberikan insentif dan kemudahan secara proporsional.
- Meningkatkan kreatifitas untuk menangkap peluang di masa krisis.
- Meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sehingga pasar domestik akan bertambah kuat.
- Memperkuat kerjasama lintas sektor antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia perbankan serta sektor swasta.
- Hindari sikap ego-sentris dan memandang remeh masalah yang dihadapi.
- Pemerintah akan mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan maupun pribadi termasuk dalam kebijakan-kebijakan politik.
- Presiden meminta semua pihak melakukan komunikasi secara tepat dan baik pada masyarakat. Tak hanya pemerintah dan kalangan pengusaha, serta perbankan, Kepala Negara juga memandang peran pers dalam hal ini sangat penting karena memiliki akses informasi pada masyarakat.
III.
PENUTUP
Krisis ekonomi merupakan peristiwa yang terjadi karena
adanya perubahan eknomi, di mana seluruh sektor ekonomi pasar dunia mengalami
keruntuhan dan mempengaruhi sektor lainnya. Sektor yang terkena dampak Krisis
Ekonomi adalah seluruh sektor bidang kehidupan, seperti krisis produksi, krisis
perbankan, krisis nilai tukar, krisis perdagangan, dan krisis modal. Cara
mengatasi permasalah Krisis ekonomi bagi masyarakat adalah lebih selektif dalam
memenuhi kebutuhan, mencintai produk dalam negeri dan bersikap kooperatif
bersama pemerintah dan sebaliknya dari pemerintah untuk lebih sigap dalam
situasi masyarakat.
IV.
DAFTAR PUSTAKA
Tambunan,
Tulus, 2011, Perekonomian Indonesia, Bogor:
Ghalia Indonesia.

pin nya blh???
BalasHapusbiar bs share ttg sistem eko. indo ^^