Sabtu, 06 April 2013

tulisan perekonomian indonesia 2

feby dharma pratiwi / 22212880 / 1eb18



KRISIS EKONOMI







      I.            PENDAHULUAN

Krisis ekonomi adalah suatu hal yang dialami setiap Negara yang ada di dunia. Hal ini adalah dinamika kehidupan ekonomi yang tidak tetap perubahannya. Kadang sistem ekonomi dunia naik, kadang sistem ekonomi dunia merosot drastis. Ini menyebabkan gejolak besar bagi kehidupan ekonomi seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Saya memilih tema “Krisis Ekonomi” ini, karena saya tertarik untuk mengulasnya, dimana salah satu dampaknya juga saya rasakan. Contohnya pada saat harga bawang kemarin naik, yang merupakan dampak dari suatu krisis ekonomi yang sedang berlangsung di Indonesia, khususnya.

   II.            ISI

Suatu perubahan ekonomi dapat menjelma menjadi suatu krisis ekonomi. Dilihat dari prosesnya, krisis ekonomi mempunyai dua sifat yang berbeda. Pertama, krisis ekonomi yang terjadi secara mendadak yang biasa disebut sebagai goncangan ekonomi tak terduga. Kedua, krisis ekonomi yang terjadi secara tidak mendadak, dimana prosesnya melewati suatu proses akumulasi yang cukup panjang, seperti yang terjadi di dalam periode 2008-2009 lalu.

Tipe krisis ekonomi yang sudah pernah terjadi dan mungkin akan terjadi lagi dimasa mendatang adalah sebagai berikut :

A.    Krisis Produksi
Krisis produksi merupakan tipe krisis ekonomi yang terjadi di dalam negeri. Krisis ini bisa terjadi dalam bentuk penurunan produksi domestic secara mendadak, misalnya di bidang pertanian. Penurunan produksi domestic yang terjadi dalam bidang pertanian ini akan berakibat langsung pada penurunan tingkat pendapatan riil dari para petani dan buruh tani padi. Sebagai salah satu efek yang terpenting adalah jika produksi padi berkurang dan pemerintah meniadakan kegiatan inpor padi, maka keadaan ini akan menimbulkan suatu krisis pangan yang bisa berakhir pada kerusuhan social dan bahkan krisis politik.

B.     Krisis Perbankan
Dampak langsung yang ditimbulkan dari krisis ini adalah kesempatan kerja dan pendapatan yang menurun di setiap subsector keuangan yang ada. Dalam tipe krisis ekonomi ini, jalur transmisi yang paling utama adalah pada tingkat kemiskinan yaitu perubahan arus kredit dari perbankan ke dunia usaha atau tingkat suku bunga pinjaman, volume produksi (output), jumlah kesempatan kerja, dan tingkat pendapatan masyarakat. Kelompok masyarakat yang rentan terhadap krisis ini adalah masyarakat menengah atas seperti pegawai dan pemilik bank.

C.    Krisis Nilai Tukar
Suatu perubahan kurs mata uang akan dianggap krisis apabila kurs dari mata uang tersebut mengalami penurunan (depresiasi) yang sangat besar yang prosesnya mendadak atau berlangsung secara terus-menerus yang membentuk sebuah trend yang meningkat, misalnya rupiah per satu dolar AS.
D.    Krisis Perdagangan
Dalam jalur perdagangan, ada dua sub-jalur, yaitu ekspor dan impor barang / jasa. Dalam bidang ekspor, suatu krisis bagi Negara eksportir bisa terjadi baik karena harga di pasar internasional dari komoditas yang diekspor turun drastis atau permintaan atas komoditas tersebut mengalami penurunan secara signifikan. Dalam kasus ini, kelompok yang paling rentan adalah petani, buruh tani, dan perusahaan-perusahaan eksportir, termasuk pekerja dan keluarga mereka. Perubahan yang terjadi adalah perubahan dalam ekspor, output, pendapatan, dan kesempatan kerja. Dalam hal impor, suatu kenaikan harga dunia yang signifikan atau suatu penurunan secara tiba-tiba dan dalam jumlah yang besar darii persediaan dunia untuk suatu komoditas yang diperdagangkan di pasar global. Kelompok masyarakat yang paling rentan adalah perusahaan yang bergantung pada minyak sebagai sumber energy dan bahan baku, sector-sektor atau perusahaan terkait. Perubahan yang terjadi adalah output, inflasi, dan kesempatan kerja.

E.     Krisis Modal
Suatu krisis ekonomi yang terjadi karena adanya penghentian bantuan serta pinjaman luar negeri. Perubahan yang terjadi adalah dalam bentuk investasi, volume produksi, dan jumlah tenaga kerja yang bekerja. Kelompok masyarakat yang paling rentan bisa dialami oleh kelompok masyarakat miskin, ataupun non-miskin, tergantung pada sector yang paling dirugikan.

Beberapa Solusi Mengatasi Krisis Ekonomi Oleh Pemerintah Republik Indonesia

Presiden menegaskan 10 langkah yang harus ditempuh semua pihak untuk menghadapi krisis ekonomi yang terjadi, antara lain : 
  1. Presiden mengajak semua pihak untuk terus memupuk rasa optimisme dan saling bekerjasama sehingga bisa tetap menjaga kepercayaan masyarakat. 
  2. Pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen harus terus dipertahankan antara lain dengan terus mencari peluang ekspor dan investasi serta mengembangkan perekonomian domestik. 
  3. Optimalisasi APBN untuk terus memacu pertumbuhan dengan tetap memperhatikan `social safety net` dengan sejumlah hal yang harus diperhatikan yaitu infrastruktur, alokasi penanganan kemiskinan, ketersediaan listrik serta pangan dan BBM. Untuk itu perlu dilakukan efisiensi penggunaan anggaran APBN maupun APBD khususnya untuk peruntukan konsumtif. 
  4. Ajakan pada kalangan dunia usaha untuk tetap mendorong sektor riil dapat bergerak. Bila itu dapat dilakukan maka pajak dan penerimaan negara bisa terjaga dan juga tenaga kerja dapat terjaga. Sementara Bank Indonesia dan perbankan nasional harus membangun sistem agar kredit bisa mendorong sektor riil. Di samping itu, masih menurut Kepala Negara, pemerintah akan menjalankan kewajibannya untuk memberikan insentif dan kemudahan secara proporsional. 
  5. Meningkatkan kreatifitas untuk menangkap peluang di masa krisis. 
  6. Meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sehingga pasar domestik akan bertambah kuat. 
  7. Memperkuat kerjasama lintas sektor antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia perbankan serta sektor swasta. 
  8. Hindari sikap ego-sentris dan memandang remeh masalah yang dihadapi.
  9. Pemerintah akan mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan maupun pribadi termasuk dalam kebijakan-kebijakan politik. 
  10. Presiden meminta semua pihak melakukan komunikasi secara tepat dan baik pada masyarakat. Tak hanya pemerintah dan kalangan pengusaha, serta perbankan, Kepala Negara juga memandang peran pers dalam hal ini sangat penting karena memiliki akses informasi pada masyarakat.



III.            PENUTUP
Krisis ekonomi merupakan peristiwa yang terjadi karena adanya perubahan eknomi, di mana seluruh sektor ekonomi pasar dunia mengalami keruntuhan dan mempengaruhi sektor lainnya. Sektor yang terkena dampak Krisis Ekonomi adalah seluruh sektor bidang kehidupan, seperti krisis produksi, krisis perbankan, krisis nilai tukar, krisis perdagangan, dan krisis modal. Cara mengatasi permasalah Krisis ekonomi bagi masyarakat adalah lebih selektif dalam memenuhi kebutuhan, mencintai produk dalam negeri dan bersikap kooperatif bersama pemerintah dan sebaliknya dari pemerintah untuk lebih sigap dalam situasi masyarakat.



IV.            DAFTAR PUSTAKA
Tambunan, Tulus, 2011, Perekonomian Indonesia, Bogor: Ghalia Indonesia.

1 komentar: